update lagi nihh..., skuyyyy 200 vote, komen 100, langsung update lagi dengan segera.
jangan lupa vote dan komennya ya readersku yang baikk :)
sambil dengerin lagu Ellie Goulding - Love me like you do, kalo bisa ya gaissss
~Happy Reading~
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Menatap kearah jalanan kosong, Gadis masih menunggu Jihoon yang belum juga sampai menjemputnya, setelah 10 menit lalu ia bisa lolos dari Yoshi, karena tak lama ia ditarik pria itu masuk kedalam pintu tangga darurat seseorang OB masuk kedalam dan membuat Yoshi melepas cekalannya, dan langsung digunakan Gadis untuk segera kabur tanpa sempat pamit dengan orang tua pria itu.
Semilir angin berhembus, Gadis tau, sebentar lagi akan turun hujan, tidak ada bulan tidak ada bintang. Gadis menghembuskan nafasnya lelah, Jihoon pasti tidak jadi menjemputnya, maka wanita itu hanya menunduk, saat merasakan kembali perih dihatinya, apalagi kini pikirannya penuh diisi oleh Jihoon yang akan dimutasi ke Bali.
"kok lo disini, tadi kayanya ketakutan banget ditelpon, mana tuh cowo?" suara Jihoon terdengar dari sampingnya, membuat Gadis mendongkak dan menoleh cepat, melihat kini Jihoon tengah berdiri dengan jaket kulit hitamnya, dan raut wajah yang menatapnya marah.
Yang Gadis lakukan hanya tersenyum, dan menatap lekat pada wajah yang entah kenapa begitu dirindukannya, walau mereka sering berjumpa.
"lo ngerjain guaaa?" kini Jihoon mendengus sinis pada Gadis, dan akan bersiap berbalik pergi meninggalkan seniornya itu, jika saja Gadis tidak segera menggenggam erat tangan kanan Jihoon.
"anterin gua pulang" pinta Gadis dengan nada memohonnya, menatap langsung manik Jihoon yang masih menatapnya tajam.
"ck" Jihoon melepas cepat genggaman tangan Gadis, dan berjalan lebih dulu yang kini diikuti Gadis dibelakangnya dengan mengigit bibirnya, menahan perih yang merambat pada hatinya.
Menaiki motornya, Jihoon dengan segera menyalakannya dan menunggu Gadis dibelakangnya agar menaiki motornya.
"udah?" tanya Jihoon dingin saat Gadis sudah menaiki motornya.
"hmmm" balas Gadis, dan menggenggam erat tali tasnya, saat motor Jihoon kini menjalankan motornya keluar dari parkiran rumah sakit dan bergabung dengan jalan raya besar yang sepi, mengingat saat ini sudah tengah malam.
Jihoon mendadak hampir menginjak rem pada motornya saat tiba-tiba merasakan lingkaran tangan pada perutnya dan senderan dagu pada bahu kirinya.