"cause you're safe like spring time,
short days, long nights, boy.
tell me all the ways to love you."
[lucky strike, troye sivan]
| contains some mature scenes |
[]
Suzy bergerak kecil dalam tidurnya. Samar-samar Ia mendengar suara pertengkaran kecil Joo-hyuk bersama seseorang lewat telepon. Suzy mengerang pelan sambil mencoba untuk membuka kedua matanya. Ia menguap pelan sambil meregangkan tubuhnya dari dalam selimut. Matanya bisa menangkap Joo-hyuk yang sedang berdiri di depan jendela dengan satu tangan menempelkan ponsel di telinganya, tangan lainnya berkacak pinggang.
Pria itu belum menyadari mata Suzy yang kini tertuju padanya. Ia masih sibuk berbicara dengan seseorang di seberang sana.
"Aniyo, aboeji. Aku ke sini bukan untuk mengurus bisnis, aku sudah bilang aku harus melakukan hal lain.Lagipula aku sudah bilang, 'kan biarkan aku selesaikan dulu ini semua sebelum benar-benar mengurus perusahaan," ujar Joo-hyuk.
Ia masih bergerak gusar di tempatnya, mencoba untuk menolak permintaan sang Ayah yang menyuruhnya untuk menghadiri networking party perusahaan yang kebetulan akan dilaksanakan oleh branch office San Francisco. Ayahnya itu menghubunginya pagi-pagi sekali, berkata bahwa malam nanti akan ada networking party perusahaan dan mengetahui putranya itu sedang berada di San Francisco, Ia tanpa basa-basi langsung menyuruh Joo-hyuk untuk datang dan menggantikannya di sana.
"Anggap saja ini sebagai latihan. You can at least do me a favor by doing this. Dari New York ke San Francisco bisa menghabiskan waktu sekitar lima jam, aku bisa mengurus hal lain di sini jika kau mau menggantikanku."
Joo-hyuk berhenti dan menghela napas panjang. "Aboeji punya banyak orang di sana, mengapa tidak mengirim mereka saja? Kau tahu aku masih harus banyak belajar."
"Mengapa harus mengirim orang lain jika putraku sendiri bisa melakukannya? Akan ada David yang mendampingimu nanti, kau bersiap saja, jam 8 malam. Ini hanya pertemuan biasa, anggap saja ini untuk mencari relasi. Aku akan mengakhiri panggilan, ada banyak urusan di sini."
Panggilan terputus dan Joo-hyuk mengumpat pelan seraya menatap layar ponselnya. Ia menoleh ke arah tempat tidur dan menemukan Suzy sudah bangun dan sedang menatapnya. Ia memasukkan ponselnya ke dalam saku celana, lalu berjalan mendekati Suzy.
"Kenapa sudah bangun? Ini masih sangat pagi," ucap Joo-hyuk.
Suzy mengucek pelan kedua matanya lalu duduk di kasur. "Kau tadi berbicara dengan Ayahmu?"
Joo-hyuk diam sejenak lalu mengangguk pelan. Ia ikut duduk di atas kasur.
"Sepertinya aku harus melakukan permintaannya," ucap Joo-hyuk.
Suzy mengangguk. "Tidak apa-apa, apakah aku boleh ikut?"
"Tentu saja, aku tidak bisa meninggalkanmu sendiri di sini." Joo-hyuk berkata sambil berdiri, berniat untuk keluar dari kamar Suzy, tapi kemudian Ia berbalik menatap Suzy. "Suji-yaa, apakah kau ingat tentang semalam?"
Suzy menatapnya sambil terdiam. Ia menelan ludahnya untuk membasahi kerongkongannya sebelum menjawab. "Yaa, mengapa kau bertanya seperti itu." Suzy menjawab sambil mencoba untuk tetap bersikap tenang.
Joo-hyuk terkekeh kecil. "Kau ingat apa yang aku katakan saat kau sudah hampir tidur?"
Suzy kembali diam, lalu mengingat-ingat apa yang dikatakan Joo-hyuk. Apakah Ia berkata tentang ingin selalu berada di sisi Suzy? Suzy yakin Ia mengatakan itu, tapi Ia memutuskan untuk menggelengkan kepalanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Trapped in Fame
FanfictionNam Joo-hyuk sudah memprediksikan bahwa hidupnya akan kembali dibanjiri masalah ketika Ia ditugaskan untuk menjadi bodyguard utama seorang selebriti papan atas di Korea Selatan, Bae Suzy. Bae Suzy sendiri tidak pernah membayangkan bahwa mengenal bod...
