Nam Joo-hyuk sudah memprediksikan bahwa hidupnya akan kembali dibanjiri masalah ketika Ia ditugaskan untuk menjadi bodyguard utama seorang selebriti papan atas di Korea Selatan, Bae Suzy.
Bae Suzy sendiri tidak pernah membayangkan bahwa mengenal bod...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"my location unknown, tryna find a way back home to you, again." [location unknown, honne feat. beka]
[]
ONE MONTH LATER
NEW YORK
Suzy menghirup udara Kota New York seiring dengan langkah kakinya yang berjalan keluar dari pintu keluar utama John F. Kennedy International Airport. Satu tangannya menarik pegangan koper sehingga benda itu bergerak di belakangnya. Suzy menoleh ke belakang dan menemukan sekumpulan anak-anak dojang yang pergi bersamanya masih berjalan pelan menikmati suasana bandara, bersama dengan dua orang pendamping yang disediakan oleh dojang, Na-yeon dan Ju-won.
Suzy membenarkan posisi kacamata hitamnya dan berdiri sembari menyilangkan kedua tangan di depan dada, menunggu rombongannya itu untuk setidaknya berada satu meter di dekatnya. Jika bukan karena janjinya pada sang Ayah, Suzy pasti sudah kabur dan pergi duluan menuju hotel.
Mendapatkan izin untuk pergi ke New York sama sekali tidak sulit. Kedua orang tuanya mengerti keadaan dan keinginan Suzy, ditambah, kehadiran Suzy dapat membantu ayahnya untuk menjaga murid-muridnya selama di New York, karena ayahnya memutuskan untuk tidak pergi.
"Suji-ssi, pihak perusahaan sudah mengabarkan bahwa jemputan sudah sampai. Mereka bilang ada di pintu timur, apakah kau tahu ke mana arahnya?" tanya Na-yeon sambil memperhatikan layar ponselnya dengan wajah bingung.
Suzy mengangguk pelan. "Ya, aku tahu. Ayo, lebih cepat sampai hotel, lebih baik." Suzy kembali menarik pegangan kopernya, diikuti dengan rombongannya di belakang.
Tak perlu waktu lama, mereka sudah duduk manis di dalam mini bus yang disediakan oleh perusahaan milik keluarga Joo-hyuk. Suzy menatap jalanan dan berpikir pada dirinya sendiri, Ia dan Joo-hyuk benar-benar dekat sekarang. Bahkan mungkin menghirup udara yang sama.
Pikiran itu membuat sepercik perasaan gelisah mulai muncul. Ratusan kemungkinan mulai mendatangi pikirannya, meminta Suzy untuk memilih mana yang akan terjadi saat Ia dan Joo-hyuk bertemu nanti. Suzy menghela napasnya, mencoba untuk menenangkan pikirannya.
"Tenang, Suzy.. Anggaplah ini sebagai liburan, jika dia mencampakkanmu nanti, kau hanya perlu melakukan yang sama padanya. No big deal," gumam Suzy pada dirinya sendiri. Meskipun setelah meyakinkan dirinya seperti itu, tetap saja hatinya berdegup kencang setiap memikirkan apa yang akan Joo-hyuk lakukan ketika pertama kali melihatnya nanti.
Sebenarnya, So-hee sudah mengetahui tentang kepergian Suzy ke New York. Wanita itu terdengar sangat senang dan tidak sabar untuk kembali bertemu dengan Suzy. Ia juga berjanji untuk tidak mengatakan apapun pada Joo-hyuk.
Kali ini Suzy tidak berharap banyak. Jika keinginannya untuk mendengar Joo-hyuk mengatakan Ia mencintainya secara langsung tidak bisa berhasil, Ia hanya ingin memastikan bahwa pria itu baik-baik saja dan menjalankan hidupnya dengan baik. Hitung-hitung juga membayar kerinduan yang selama ini Ia pendam.