20. lovers who hesitate

1.4K 134 126
                                        

"in our darkest hours, I stumbled upona secret power, I'll find a wayto be without you

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"in our darkest hours, I stumbled upon
a secret power, I'll find a way
to be without you."
[writer in the dark, lorde]

[]

Perjalanan menuju California, tepatnya daerah tersohor Mojave Desert membutuhkan sekitar satu jam setengah penerbangan jika berangkat dari San Francisco menggunakan penerbangan non-stop. Bae Suzy tidak bisa menahan kantuknya semenjak Joo-hyuk membangunkannya jam 4 pagi tadi. Penerbangan pagi sama sekali bukan sesuatu yang Ia sukai, tapi Ia juga tidak bisa memungkiri rasa senang dan penasaran terhadap perjalanannya bersama Joo-hyuk ini.

Suasana pesawat kelas ekonomi yang mereka tumpangi kali ini tidak ramai. Ada beberapa seat yang tidak ditempati, membuat suasana terlihat lebih lengang. Suzy kembali menempelkan dahinya ke kaca jendela pesawat, melihat awan seputih kapas yang bergerak pelan di bawahnya. Joo-hyuk sedang membaca majalah yang bagi Suzy tidak menarik sama sekali.

Rambut palsu berwarna pirang yang masih bertengger rapi di kepalanya kadang membuat Suzy merasa gatal, tapi Ia sebisa mungkin tidak mengeluh. Suzy belum mengecek sosial media apapun sama sekali selama tiga hari ini. Terkadang Ia berpikir apakah para penggemarnya akan kecewa dengan apa yang Ia lakukan sekarang, menghilang begitu saja tanpa memberikan kepastian apapun. Namun, kemudian Ia berpikir lagi, bahwa hidupnya adalah miliknya. Sudah terlalu banyak beban dan kejadian buruk yang Ia tanggung demi memberikan yang terbaik bagi orang lain. Istirahat sejenak tidak akan menyakiti siapapun, 'kan?

Suara dari kursi sebelahnya membuat Suzy menarik wajahnya dari jendela dan menatap Joo-hyuk.

"Jangan khawatir, nanti kita akan membeli baju yang bisa kau pakai di sana," ucap Joo-hyuk.

Suzy mengerutkan keningnya. "Heol. Kau pikir aku sedang memikirkan baju?"

Joo-hyuk mengangkat kedua alisnya sambil menyelipkan kembali majalah yang ada di tangannya ke tempat semulanya, yaitu di kantung belakang kursi di depannya. "Lalu, apa yang sedang kau pikirkan? Sekitar 30 menit lagi kita akan sampai tapi selama perjalanan kau hanya diam."

Suzy memilin bibirnya, kemudian menggeleng pelan. "Molla, aku hanya sedang ingin melamun saja. Lagipula kau juga sibuk membaca majalah membosankan itu."

Joo-hyuk tertawa kecil. "Itu tidak membosankan. Justru menambah ilmu."

Suzy melengos pelan, kemudian kembali memperhatikan jendela pesawat.

"Kau masih kesal karena aku bangunkan pagi-pagi sekali, ya?" tanya Joo-hyuk.

"Aniyo.. memangnya kenapa jika aku melamun? Bukannya kau memang tidak suka banyak berbincang, ya?" tanya Suzy tanpa menatap Joo-hyuk.

"Arraseo, arraseo. Bangunkan aku jika kita sudah sampai. Lumayan aku bisa tidur sebentar."

Suzy menoleh dan menemukan Joo-hyuk yang sudah memejamkan matanya. Suzy menatapnya sebentar kemudian kembali tenggelam dalam pikirannya sendiri. Kali ini tentang Joo-hyuk. Suzy sadar betul bahwa kesempatannya bersama Joo-hyuk tidak lebih besar dari kemungkinan Ia akan menganggap Bo-gum lebih dari teman atau rekan kerja.

Trapped in FameCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang