06. met every question mark

1K 147 76
                                        

"feeling bulletproof and far from faces i don't miss,
so many brand new risks to take."

[]

"Suzy?!"

Joo-hyuk masuk ke dalam kamar yang remang-remang. Hanya lampu tidur kecil di sebelah kasur yang menjadi sumber pencahayaan di kamar ini. Pria itu bisa melihat Suzy yang sudah terduduk di kasur dengan rambut acak-acakan dan napas yang terengah-engah.

"Ada apa?" tanya Joo-hyuk sembari mendekati Suzy.

"Aku mipi buruk, tapi saat aku bangun aku seperti melihat sekelebat bayangan hitam di tirai. Aku sangat terkejut," ucap wanita itu masih dengan napas yang tidak beraturan.

Joo-hyuk menghela napas dan berjalan pelan menuju tirai yang menutupi jendela besar. Ia menyingkap semua bagian tirai tapi tidak menemukan apapun, atau siapapun. Ia menoleh ke arah Suzy dan melihat wanita itu masih duduk dengan posisi memeluk lutut.

"See? Kau aman, tadi itu hanya bentuk ketakutanmu." Joo-hyuk menutup tirai dan kembali berjalan mendekati Suzy.

Suzy menunduk sembari memegangi dadanya, merasakan detak jantungnya yang perlahan mulai kembali normal.

"Aku sudah bilang jangan kunci pintunya," ucap Joo-hyuk. Ia masih bisa merasakan kakinya berkedut-kedut karena menendang pintu dengan begitu keras.

"Aku sudah terbiasa. Lain kali tidak akan aku kunci," jawab Suzy. Kemudian Ia menyingkirkan selimutnya dan turun dari kasur.

Joo-hyuk masih berdiri di depan kasur dan Suzy mulai mengamatinya.

"Kau tidak tidur lagi?" tanya Suzy.

"Tidur. Aku tidur di sofa tapi terbangun karena suaramu. Sepertinya tidak akan bisa kembali tidur," ucap Joo-hyuk.

"Mianhae," ucap Suzy.

Joo-hyuk tertawa kecil. "Tidak perlu minta maaf. Aku sudah biasa. Kau bisa kembali tidur, masih ada banyak waktu sebelum kau harus siap-siap."

Joo-hyuk baru saja akan keluar dari kamar Suzy ketika Suzy memanggil namanya.

"Bisa kah kau di sini saja?"

Joo-hyuk terdiam sejenak tapi kemudian mengangguk, kemudian mendekati Suzy dan diam di samping kasur. Suzy terlihat sedang menurunkan selimut tebalnya dan beberapa bantal ke lantai yang dilapisi karpet putih tebal.

"Di lantai?" tanya Joo-hyuk sembari menunjuk lantai.

Suzy mengangguk sambil menatapnya. "Memangnya kau mau tidur di sebelahku?"

Joo-hyuk mengedipkan matanya beberapa kali lalu menggeleng. "Ani.." Ia berjalan pelan mendekati Suzy kembali lalu duduk di atas karpet, tepat di sebelah tempat tidur Suzy.

***

"Nanti malam, ayo kita ke The Bunker," ucap Suzy ketika pemotretan dihentikan sebentar untuk istirahat. Joo-hyuk memandanginya dengan bingung.

"Kau gila?" kata pertama yang keluar dari bibir pria itu setelah Suzy mengajaknya.

Suzy berjalan kembali ke depan kaca rias dan hair stylist nya langsung membenahi penataan rambut Suzy, sedangkan wanita itu memandangi Joo-hyuk dari pantulan cermin.

"Memangnya, apa salahnya? Bukankan kau bilang kau sudah beberapa kali juga minum di sana? Apa bedanya, coba?" jawab Suzy. Joo-hyuk masih terdiam dan tidak bergerak dari tempatnya di dekat pintu.

"Bedanya, sekarang kau sedang diteror oleh seseorang. Apa itu tidak cukup untuk membuatmu takut?" ucap Joo-hyuk.

Penataan rambutnya selesai dan Suzy kembali berjalan untuk duduk di sofa yang lebih dekat dengan tempat Joo-hyuk berdiri. "Ayolah, kau tahu, 'kan itu adalah tempat aman?"

Trapped in FameCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang