Mrs. Black and Death

788 92 9
                                        

Nala melepas sepatu hak tinggi yang sudah menyiksanya sepanjang hari, Nala sungguh lega acara pernikahannya sudah selesai.

"Lelah Mrs. Black?" Goda Regulus ketika melihat Nala mengusap ngusap telapak kakinya.

Nala berdecih membuat Regulus terkekeh.

"Tidak, aku serius bertanya, kau lelah? Kalau kau lelah, kita tidak usah datang ke acara makan malam." Tanya Regulus seraya mengelus punggung Nala dari belakang.

"Tidak apa apa, lagipula acara makan malam ini kan untuk merayakan pernikahan kita, akan sangat tidak sopan jika kita tidak datang." Nala menggeleng.

Regulus tersenyum. "Baiklah kalau begitu."

******
"Makanlah yang banyak Nala, tidak usah sungkan sungkan, sekarang kau sudah menjadi bagian dari keluarga Black." Walburga mengambilkan makanan ke piring Nala.

"Terimakasih Mrs. Black- ah maksudku Mother." Senyum Nala kepada Walburga, Walburga pun balas tersenyum senang.

"Jadi kau akan dipanggil Mrs. Black mulai sekarang Nala? Termasuk di Hogwarts." Sela Bellatrix yang duduk di samping kursi Walburga

Biar Nala gambarkan situasi terkini, kini Keluarga Black menyelenggarakan makan malam keluarga.

Orion Black duduk di ujung meja, lalu di sisi kanannya adalah Walburga Black, di samping Walburga, ada Bellatrix, Rodolphus (sekarang sudah menjadi suami Bellatrix) , dan di ujung meja satu lagi duduk Cygnus Black III, di kiri Cygnus, duduk istrinya Druella Rosier Née Rosier, lalu Narcissa, Lucius (Tunangan Narcissa) , Nala dan Regulus yang di sisi kiri Orion.

Nala menegak minumnya sebelum menjawab pertanyaan Bellatrix. "Sepertinya begitu."

"Kau tidak malu? Maksudku menjadi Mrs. Black di usia muda?" Pancing Bellatrix.

"Tentu saja tidak. Kenapa harus malu? Bukankah sebuah kehormatan untuk menggenakan nama keluarga Black yang terhormat?" Balas Nala sambil tersenyum dengan amat manis.

Bellatrix mengangguk ngangguk, tampak puas dengan balasan Nala. Walburga pun diam diam tersenyum puas, mendengar jawaban Nala.

********
"Mrs. Black yuhuu, tunggu aku." Alexa mengejar Nala.

Hari ini, Alexa begitu menyebalkan, mrmanggilnya Mrs. Black dimana mana, membuat Nala ingin mengcrucio mulut sialan Alexa.

"Sekali lagi, kau memanggilku Mrs. Black, aku akan mengcrucio mulutmu." Ancam Nala.

Alexa tertawa. Seperti biasa, Alexa itu gampang tertawa, alias kalau dalam bahasa muggle nya receh.

"Jam berapa sekarang Nal?" Tanya Alexa yang telah red tawanya.

"Jam 6. Kenapa?" Tanya Nala balik.

"Jam 6?" Ulang Alexa kaget.

"Kenapa memang?"

"Aku ada urusan! Duluan Nala, sampai nanti!" Alexa berlari, meninggalkan Nala sendirian.

Nala memandang Alexa heran.

"Semakin lama, Alexa memang semakin tidak waras." Gumam Nala sambil menggeleng geleng.

**********

(Disclaimer: Adegan ini memiliki sedikit kemiripan dengan Scene meninggalnya Ayah Sirius, di The Marauders and The Future karya Jesslynivanarey2, tapi sudah diizinkan untuk publish)

"Mrs. Black! Ms. Hamilton!" Seru Professor Slughorn, menghampiri Nala dan Dominique yang sedang mengobrol santai.

"Kenapa Professor?" Tanya Nala heran, melihat Professor Slughorn yang tampak tergesa gesa.

"Mrs. Black...Silahkan menuju ruang kepala sekolah, adikmu, kedua Mr. Black, Mr. Potter juga sudah disana. Kau temani Mrs. Black, Ms. Hamilton." Ujar Professor Slughorn dengan tergesa gesa.

Nala mengangguk, entah kenapa perasaannya langsung tidak enak.

"Ayo Nal." Dominique menggandengnya ke arah ruang kepala sekolah. Nala kembali mengangguk, mengikuti langkah gadis Hamilton itu.

Seperti yang dibilang Professor Slughorn, sudah ada Sophie, Regulus, Sirius, juga James di ruang kepala sekolah.

"Ada apa ini?" Tanya Nala langsung, perasaannya sungguh tidak enak.

Regulus tidak menjawab, namun langsung memeluknya. "Semuanya akan baik baik saja." Bisik Regulus pelan.

"Reg? Ada apa ini?" Tanya Nala heran, ditatapnya suaminya, menuntut jawaban. Namun suaminya hanya membalas dengan senyuman menenangkan.

Nala menatap adiknya, meminta penjelasan melalui lirikan mata. Sophie pun menggeleng, tampak heran.

Beralih ke James dan Sirius. James pun diam, begitu juga Sirius. Mereka tampak pucat.

"Ada apa ini Professor?" Tanya Nala, akhirnya ke satu satunya Professor disana, Dumbledore.

Dumbledore menggeleng, dan tersenyum tipis. "Kau akan tau sesampainya di manormu Mrs. Black

"Ms. Melson, silakan duluan ke Melson Manor, dengan bubuk floo ini." Dumbledore menyerahkan bubuk Floo ke Sophie.

Sophie tampak heran tapi melakukan perintah Dumbledore. Melangkah ke perapian.

"Melson Manor!" Teriak Sophie, sebelum badannya hilang ditelan api yang membara.

"Kau selanjutnya Mrs. Black." Dumbledore beralih kepada Nala.

Dengan sedikit bingung, Nala maju, dan masuk ke perapian.

Dengan sekejap, Nala sudah sampai di Melson Manor.

Nala mengerjap ngerjap, kenapa ramai sekali? Orang orang berkumpul, tampak menyiratkan kesedihan.

Sophie di sebelahnya pun tampak cemas. "Ada apa ini Sis?" Tanya Sophie seraya memegang tangan Nala.

"Entahlah." Jawab Nala heran, mengamati mereka satu persatu.

Salah satu orang di kerumunan menoleh ke arah Nala dan Sophie, lalu berseru dan menghampiri mereka.

"Nala! Sophie!" Sosok Wanita yang memiliki wajah mirip dengan sarah itu, memeluk mereka erat.

"Bibi Wirenna? Sedang apa disini?" Tanya Nala heran. Wanita itu adalah Wirenna Abbot Neé Moon, kakak dari Sarah dan adik dari Euphemia.

Wirenna tampak kacau, matanya bengkak, dan matanya pun terus menetaskan air mata. "Bibi Wirenna, ada apa ini sebenarnya?" Tanya Sophie heran sekaligus takut. Memcengkram erat lengan jubah Nala.

Wirenna tidak menjawab, namun menuntun Nala dan Sophie lembut, ke tengah orang orang berkerumun.

Ternyata orang orang itu memgerumuni dua orang yang diselimuti, membuat jantung Nala terasa berhenti mendetak.

Wirenna dengan pelan membuka selimut yang menutupi dua orang itu.

Sophie di sebelahnya mulai menangis keras, saat melihat siapa kedua orang itu. Sedangkan Nala tampak merasa bingung.

Ini...tidak mungkin terjadi.

Wirenna merangkulnya lembut dari samping. "Nala, Sophie, ayo ucapkan salam terakhir untuk kedua orangtua kalian."

NalastaciaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang