Part 11. Murid Baru Bar-Bar

1.1K 169 223
                                        


Sorry for typo:)

Happy Reading
.
.
.

Berbeda dengan pagi yang berlalu. Pagi ini, Niel berangkat sekolah bersama Martin dengan sangat terpaksa. Dengan hati yang berat Niel menyetujui permintaan Mama Bunga tadi.

"Muka lo memang nggak bisa senyum ya, El? Atau perlu gue ajarin supaya bisa senyum?" ucap Martin memecah keheningan di antara keduanya.

Niel menoleh dengan wajah datar. "Bacot!"

"Dih! Kasar amat dah,"

"Berisik!"

"Sensian mulu heran deh,"

"Diem, Ar! Gue lagi nggak mood buat ngomong!" sahut Niel kesal kemudian kembali menatap jalanan.

"Panggilan baru gue nih?" tanya Martin ketika mendengar panggilan asing dari mulut Niel.

Niel memutar mata malas. "Iya!"

"Oke deh!"

Setelah percakapan itu berakhir, keduanya diam dengan seribu pikiran. Tidak ada yang mengangkat suara.

Dan sekitar dua puluh lima menit berlalu akhirnya kedua lelaki tampan itu sampai juga di SMA Gelatin Bangsa.

Sebelum Niel membuka pintu mobil milik Martin, Niel ingin berterima kasih pada Martin bagaimanapun juga.

"Makasih banyak udah mau nampung gue tadi malam. Dan, gue minta maaf kalau gue ngerepotin keluarga lo." Ucap Niel tulus.

Tanpa menunggu jawaban dari Martin, Niel langsung keluar dari mobil mewah tersebut.

"Sama-sama." Balas Martin pelan dengan senyum tipis.

Niel berjalan dengan penuh wibawa di lorong sekolahnya. Siswi-siswi yang melihat Niel seakan terhipnotis akan ketampanan Niel.

Walaupun wajahnya masih terlihat sedikit pucat tak mengurangi kadar ketampanannya.

"Halo, Kak Ardan!" Niel menoleh ke arah siswi yang memanggil dirinya dari nama tengah.

"Iya," sahut Niel pelan dan singkat.

"AAAAAA! GILA GUE DINOTIS KAK ARDAN DONG!" heboh siswi itu senang.

Niel melanjutkan langkahnya dengan mengabaikan tatapan lapar para siswi di sekolahnya.

"Ck! Kenapa pada liatin gue kayak gitu sih?! Seakan-akan mereka pengen makan gue hidup-hidup!" gerutu batin Niel kesal.

****

"Selamat pagi, anak-anak hari ini kita kedatangan dua murid baru. Mereka pindahan dari USA. Silahkan masuk," ucap Guru wanita paruh baya tersebut.

Tap ..., tap ..., tap

"Anjir! Mereka kembar woi!"

"Gila ganteng banget cowoknya!"

"Cakep banget tuh cewek!"

"Ekhem! Ekhem! Kalian bisa diam tidak?!" ucap Guru tersebut keras yang langsung membuat seisi kelas terdiam.

"Baik, maafkan mereka. Silahkan perkenalan diri kalian berdua." Pinta Bu Ami pada calon muridnya.

Kedua remaja tersebut mengangguk.

"Hallo, kenalin nama gue Christof Levi Andromeda. Kalian bisa panggil gue Kriss or Lipai. Dan ini kembaran gue," kata lelaki tampan tersebut memperkenalkan dirinya.

Going Is The Best Choice [END] ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang