Sorry for typo:)
Happy Reading
.
.
.
"Entah mengapa ketika diriku menatap wajah cantikmu itu, jantungku selalu berdebar tak karuan. Apakah jantungku bermasalah?"
-Niel-
Jakarta, 05:02 PM - In The Mansion Family Andromeda.
Tiga hari berlalu dengan cepat dan juga damai. Tepat di ujung timur, matahari mulai menunjukkan cahaya indahnya dengan malu-malu. Suara burung yang setiap pagi berbunyi kini mulai mengeluarkan kicauan merdunya untuk bernyanyi.
Dan di kamar yang bernuansakan pastel, terdapat seorang gadis cantik yang masih bergelut dengan selimut tebalnya. Bibir tipisnya itu tengah tersenyum, namun matanya masih terpejam dengan indah. Apakah ia tengah bermimpi indah? Ah, kita tidak akan tahu. Karena yang tahu hanya dirinya seorang.
Alarm cantiknya itu sedikit lagi akan berbunyi, hanya perlu menunggu beberapa detik saja.
1 detik~
2 detik~
3 detik ~
Dan!!
Kriiing kriiiing kriiing!!!
Bunyi alarmnya pun berbunyi dengan nyaring, namun bukannya terkejut dan langsung terbangun. Justru gadis cantik itu nampak menarik selimutnya jauh lebih tinggi lagi, hingga menutupi kepalanya.
Gadis itu masih sangat enggan untuk membuka mata bulatnya. Ia terlalu pulas dengan tidurnya, ditambah dengan mimpi indahnya yang masih berjalan tersebut.
"Niel ... hmm gue sayang lo," ucap gadis cantik itu mengigau.
"Ih jangan pergi bego! Gue suka sama lo!" ucapnya kembali mengigau sembari menendang selimutnya hingga terjatuh dari kasur empuknya.
"Niel awas aja lo ... hmm gue bakal jadiin lo milik gue hmm," ucapnya masih dengan mata yang tertutup.
Kita lihat di sebelah kamar gadis ini, seorang lelaki tampan nampak beberapa kali memutar tubuhnya kesana kemari sembari menutup telinganya dengan bantal.
Dan dengan sangat terpaksa ia membuka matanya kesal. Lelaki itu langsung menendang gulingnya yang tak bersalah itu ke sembarang arah.
"Woii! Queen matiin alarm lo bego!" teriaknya keras dari kamarnya.
Namun, tidak ada tanggapan dari kamar gadis cantik yang masih bermimpi indah itu.
Menghela napas berat, lelaki yang masih memakai piyama tidur itu turun dari kasurnya sembari membawa bantalnya. Dengan kasar ia membuka kunci pintu kamarnya, lalu berjalan menuju kamar gadis itu.
Tokkk ... tokkk ... tokk!!
Lelaki itu mengetuk kamar gadis itu dengan kasar. "Matiin alarm sialan lo itu, Queen!" teriaknya keras dengan nyawa masih belum terkumpul sepenuhnya.
Mata lelaki itu saja bahkan terlihat akan memejam karena masih mengantuk. "Queen! Cepetan! Ganggu banget sih bunyi alarm lo!" katanya lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Going Is The Best Choice [END] ✓
Teen Fiction"Niel tidur sebentar dulu, ya?" Kapan pun dan di mana pun, entah karena penyakitnya atau pun hal lainnya, kematian selalu mengincar mangsa yang lemah. **** Kepo dengan lanjutannya? Cus, langsung baca aja. 𝐇𝐢, 𝐰𝐞𝐥𝐜𝐨𝐦𝐞. 𝐈𝐧𝐢 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 �...
![Going Is The Best Choice [END] ✓](https://img.wattpad.com/cover/261685143-64-k390645.jpg)