Part 20. Bau Alkohol

847 123 211
                                        

Sorry for typo:)

Happy Reading
.
.
.

Prok prok prok!

Suara tepuk tangan yang meriah terdengar begitu keras di dalam aula hotel yang sangat luas ini. Mereka terharu ketika mendengar lagu dan musik yang dibawakan oleh The Black Rose tadi.

"Mantap! Lanjutkan anak muda!" pekik haru dari seorang Bapak-bapak pada Band Music The Black Rose.

Niel, Martin, Albeth, Kriss dan Queen berjalan ke depan, dan mereka berlima memegang tangan satu sama lain. Kemudian mereka berlima menunduk setengah.

"TERIMA KASIH BANYAK SEMUANYA!!" ucap mereka berlima bersamaan.

Senyum Queen merekah begitu sempurna, matanya berbinar ketika melihat semua orang yang menepuk tangan dengan meriah. Niel tersenyum manis, ia bangga pada band-nya karena bisa membuat lagu yang membuat semua orang tersenyum dan bahagia.

Seorang photograper mendekat ke arah mereka berlima. "Boleh minta fotonya, Dek?" tanyanya.

"Oh boleh boleh! Ayo, foto aja, Bang!" sahut Martin antusias dan langsung merangkul pundak Albeth kemudian tersenyum lebar.

Queen tersenyum manis kemudian mengapit tangan Niel yang kebetulan ada di sebelahnya lalu ia mengapit lengan Kakaknya, Kriss.

Sontak Niel terkejut. "E-eh ap-" Queen langsung memotong ucapan Niel.

"Sstss nggak usah banyak cincong! Mending nurut aja lo," ucap Queen pada Niel.

Kriss menahan senyumnya ketika mendengar Queen memotong ucapan Niel. "Haha makanya nurut aja apa kata Nenek lampir, Niel."

Queen menatap sinis ke arah Kriss. "Apa kata lo barusan? Nenek lampir? Hah, nggak salah mata lo?!"

"Nyenyenye intinya lo tetap Nenek lampir di mata gue haha," sahut Kriss mengejek Queen.

"Bangsat banget lo, Bang!"

"Heh! Udahan dong! Nggak malu lo berdua sama Abang photograpernya ngab?" lerai Albeth.

"Bang Lipai sih yang duluan!" sahut Queen.

"Dih kok nyalahin gue lo?!"

"Kan em-"

"Udah diem! Nggak usah banyak bacot! Maafin temen-temen gue ye, Bang. Mereka emang rada gimana gitu hehe," ucap Martin tak enak pada Abang photograpernya.

Abang photograpernya hanya mengangguk kikuk sembari menggaruk tengkuknya tak gatal. "Hehe iya nggak papa kok,"

"Yaudah buruan difoto, Kak!" ucap Queen kembali mengapit lengan Niel dan Kriss bersamaan.

Niel menghela napas berat, mau tak mau ia mengijinkan Queen memegang lengannya.

"Dasar suka seenaknya." Gumam Niel.

Cekrek!!

****

Jakarta, 03:25 AM - In The Mansion Family Valendra.

Going Is The Best Choice [END] ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang