"Niel tidur sebentar dulu, ya?"
Kapan pun dan di mana pun, entah karena penyakitnya atau pun hal lainnya, kematian selalu mengincar mangsa yang lemah.
****
Kepo dengan lanjutannya? Cus, langsung baca aja.
𝐇𝐢, 𝐰𝐞𝐥𝐜𝐨𝐦𝐞. 𝐈𝐧𝐢 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 �...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jaga kesehatan kalian ya, Bestie❤
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Jangan kebanyakan senyum nggak jelas, entar manisnya hilang."
Padahal baru saja tadi pagi keduanya saling mengungkapkan isi hatinya dan kini Niel berhasil membuat Queen baper untuk ke sekian kalinya.
"Tumben banyak ngomong hari ini, El?" tanya gadis itu berniat mengalihkan pembicaraan agar Niel tidak melihat wajah merah meronanya akibat baper sekaligus salting.
Niel terkekeh kecil. "Nggak usah sok alihin pembicaraan, Queen." Ucapnya.
Queen langsung menutup wajahnya dengan kedua tangannya. "Stop, El. Gue lagi baper nih!" pekik gadis itu malu.
"Stttss, jangan berisik. Suara lo bisa bikin kita ketahuan bolos, anjir!" peringat Niel pelan pada Queen.
Queen beralih menutup mulutnya kemudian mengangguk. "Ah, iya. Gue lupa kalau kita bolos, anjim!"
Ya, saat ini Niel dan Queen tengah bolos pelajaran matematika di jam kedua. Jangan berpikir yang mengajak bolos adalah Niel, tentu kalian akan salah besar. Karena, yang mengajak Niel untuk bolos saat ini adalah gadis yang kini berada di hadapan Niel dengan cengiran bodohnya.
Dan entah mengapa Niel tadi mengiyakan ajakan Queen begitu saja. Padahal sebelumnya Niel tidak pernah bolos pelajaran seperti ini. Dan, berakhirlah keduanya di taman belakang sekolah hanya untuk bolos dan berbincang-bincang saja.
"Niel, perkataan gue yang pagi tadi benar adanya. Gue memang beneran cinta dan suka sama lo. Gue harap lo nggak menganggap perkataan gue ini cuma angin lewat, El." Queen tiba-tiba beralih pada topik bicara yang lebih serius.