Sorry for typo:)
Happy Raeding
.
.
.
Betapa shoknya Queen melihat Niel yang pingsan dengan keadaan berantakan seperti itu. "Niel ke-napa bisa kay-ak gitu ..." Bahkan suaranya saja bergetar.
Jantung Martin berdetak dua kali lebih cepat ketika melihat Niel pingsan dengan pakaian yang dilumuri oleh darah.
"El, lo denger suara gue kan? Bangun, yuk! Lo ketiduran di kamar mandi astaga," bisik Albeth pelan dengan suara bergetar.
Diam. Niel tidak berkutik dari tidur sementaranya itu. "Bu, saya ijin mau bawa Niel ke rumah sakit aja ya." Pinta Martin.
Guru wanita itu mengangguk. "Yaudah, buruan bawa Niel ke sana. Nanti, ibu telpon orang tua Niel."
Martin dan Kriss mendekat ke arah Albeth. Mengangkat tubuh Niel dengan telaten tanpa rasa jijik dengan darah mimisan tersebut. "Queen, bawain tasnya Niel." Suruh Kriss.
Queen tersadar. "A-ah iya,"
"Kalian pakai mobil nggak?" tanya Kriss.
"Eh enggak sih, hari ini kami pakai motor doang." Jawab Martin dan Albeth.
"Yaudah, kita pakai mobil gue aja. Biar barengan,"
"Cepetan bawa Nielnya goblok!" pekik Queen.
Mereka pun membawa Niel ke rumah sakit terdekat dengan memakai mobil sport milik Kriss.
Niel di tempatkan di kursi tengah bersama Queen yang tengah memapah kepala Niel dengan pahanya. Queen memegang erat tangan Niel yang berlumuran dengan darah tersebut. "Lo kenapa sih, Niel?" gumam Queen.
Wajah pucat pasi Niel tampak kentara sekali sekarang. Queen membersihkan wajah Niel dari sisa darah dengan lembut. Jantung Queen berdebar dengan kencang ketika menatap wajah damai Niel ketika sedang memejam mata.
"Anjay! Natap muka Niel biasa aja kali. Gue tau sih, Niel memang ganteng. Tapi, lebih gantengan gue sih dari dia," ucap Albeth pada Queen penuh percaya diri.
Astaga sempet-sempetnya lo mau ngelawak, Beth! Ini lagi keadaan genting anjir! Author~
Queen menghadap ke depan dengan tatapan tajamnya. "Bangsat diem lo!" sarkas Queen.
"Mampus mamam tuh, Beth!" Ejek Martin dari kursi paling belakang.
"Nyenyenye!"
"Bang, bisa cepet lagi nggak? Letoy banget deh mobil lo," tanya Queen pada Kriss.
"Ini udah maksimal kecepatannya njir! Enak aja lo bilang mobil gue letoy! Dih!" sahut Kriss kesal.
Queen memutar mata malas. "Bacot!" gumam Queen.
****
Dan, tepat ketika mobil Kriss sampai di depan gedung rumah sakit. Para perawat langsung berlari mendekat ke arah mobil tersebut sembari membawa brankar.
Martin dan Albeth segera mengangkat tubuh Niel ke brankar. Kemudian, para perawat pun dengan cepat membawa Niel ke ruang tindakan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Going Is The Best Choice [END] ✓
Teen Fiction"Niel tidur sebentar dulu, ya?" Kapan pun dan di mana pun, entah karena penyakitnya atau pun hal lainnya, kematian selalu mengincar mangsa yang lemah. **** Kepo dengan lanjutannya? Cus, langsung baca aja. 𝐇𝐢, 𝐰𝐞𝐥𝐜𝐨𝐦𝐞. 𝐈𝐧𝐢 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 �...
![Going Is The Best Choice [END] ✓](https://img.wattpad.com/cover/261685143-64-k390645.jpg)