Part 26. Problem II (Vano & Niel)

835 109 130
                                        

Sorry for typo:)

❌WARNING ❌

SEGALA BENTUK KATA KASAR YANG ADA DI PART INI JANGAN KALIAN TIRU, YA. AKU MINTA MAAF KALAU ADA KATA KASAR YANG MEMBUAT KALIAN GA NYAMAN:V OKEY, SEKIAN.

꧁Happy Reading꧂
.
.
.

"Di dalam hidup ini kita sebagai manusia harusnya memiliki rasa tanggung jawab, ketika membuat suatu masalah pada orang lain."

-Niel-

-Queen-

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

-Queen-

"Lo udah bikin reputasi keluarga kita rusak, Revano Sagara Valendra

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Lo udah bikin reputasi keluarga kita rusak, Revano Sagara Valendra." Suara berat milik Niel terdengar mengerikan di pendengaran Vano.

Niel maju selangkah di hadapan Vano. Kemudian mengeluarkan tatapan intimidasinya kepada Vano. "Gue kecewa sama lo, Van." Kata Niel dingin.

Vano terkekeh kecil. Ia sadar sekarang Niel tengah emosi pada dirinya akibat membuat sebuah kesalahan yang menurutnya sendiri sangat fatal, tapi ia akan berusaha untuk terlihat tetap tenang di dalam keadaan seperti ini.

"Tanpa lo bilang pun, gue tau lo pasti kecewa sama gue. Tapi, emangnya di sini gue peduli dengan itu semua?" sahut Vano santai.

Niel menggertakkan giginya bersamaan dengan tangannya terkepal kuat. "Sialan lo." Desis Niel sinis.

Queen menatap kesal ke arah Vano. Entah mengapa dirinya langsung kesal ketika mendengar perkataan Vano barusan pada Niel. "Ck! Lo punya sopan santun nggak sih? Itu Abang lo sendiri, njir!" sahut Queen pada Vano dengan tampang julidnya.

Vano beralih menatap Queen. Dirinya menatap intens wajah cantik milik gadis itu. "Bacot! Ini nggak ada urusan sama lo, anjing!" sahut Vano balik pada Queen.

Ini sudah menjadi kebiasaan Vano ketika berkata kasar selalu tidak memperhatikan di mana ia berada.

"Tuan Muda, lebih baik kalian berdua pulang saja. Urusan di sini serahkan saja pada saya untuk mengurusnya." Ucap Xion pada Niel dan Vano.

Going Is The Best Choice [END] ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang