"Niel tidur sebentar dulu, ya?"
Kapan pun dan di mana pun, entah karena penyakitnya atau pun hal lainnya, kematian selalu mengincar mangsa yang lemah.
****
Kepo dengan lanjutannya? Cus, langsung baca aja.
𝐇𝐢, 𝐰𝐞𝐥𝐜𝐨𝐦𝐞. 𝐈𝐧𝐢 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 �...
SEGALA BENTUK KATA KASAR YANG ADA DI PART INI JANGAN KALIAN TIRU, YA. AKU MINTA MAAF KALAU ADA KATA KASAR YANG MEMBUAT KALIAN GA NYAMAN:V OKEY, SEKIAN.
꧁Happy Reading꧂ . . .
"Di dalam hidup ini kita sebagai manusia harusnya memiliki rasa tanggung jawab, ketika membuat suatu masalah pada orang lain."
-Niel-
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
-Queen-
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Lo udah bikin reputasi keluarga kita rusak, Revano Sagara Valendra." Suara berat milik Niel terdengar mengerikan di pendengaran Vano.
Niel maju selangkah di hadapan Vano. Kemudian mengeluarkan tatapan intimidasinya kepada Vano. "Gue kecewa sama lo, Van." Kata Niel dingin.
Vano terkekeh kecil. Ia sadar sekarang Niel tengah emosi pada dirinya akibat membuat sebuah kesalahan yang menurutnya sendiri sangat fatal, tapi ia akan berusaha untuk terlihat tetap tenang di dalam keadaan seperti ini.
"Tanpa lo bilang pun, gue tau lo pasti kecewa sama gue. Tapi, emangnya di sini gue peduli dengan itu semua?" sahut Vano santai.
Queen menatap kesal ke arah Vano. Entah mengapa dirinya langsung kesal ketika mendengar perkataan Vano barusan pada Niel. "Ck! Lo punya sopan santun nggak sih? Itu Abang lo sendiri, njir!" sahut Queen pada Vano dengan tampang julidnya.
Vano beralih menatap Queen. Dirinya menatap intens wajah cantik milik gadis itu. "Bacot! Ini nggak ada urusan sama lo, anjing!" sahut Vano balik pada Queen.
Ini sudah menjadi kebiasaan Vano ketika berkata kasar selalu tidak memperhatikan di mana ia berada.
"Tuan Muda, lebih baik kalian berdua pulang saja. Urusan di sini serahkan saja pada saya untuk mengurusnya." Ucap Xion pada Niel dan Vano.