Part 35. Dua Kali Tamparan

905 78 169
                                        

Sorry for typo:)

꧁Happy Reading꧂
.
.
.

"Seorang anak tak akan pernah bisa membenci kedua orang tuanya. Meski kadang sikap orang tua sangat keterlaluan pada diri kita."

-Niel & Author-

Kalian mau 'kan temenin kisah hidup Niel sama ending? Lupyu, Bestie❤

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Kalian mau 'kan temenin kisah hidup Niel sama ending? Lupyu, Bestie❤

Kalian mau 'kan temenin kisah hidup Niel sama ending? Lupyu, Bestie❤

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Gelap.

Satu kata yang dapat mendefinisikan sebuah lorong panjang dan juga hampa, seperti tidak ada tanda-tanda kehidupan manusia di sini.

Niel berjalan tertatih-tatih menyusuri lorong gelap itu dengan tatapan kosong yang tidak memiliki makna apa pun. Berjalan tanpa arah dan tujuan, itulah yang kini Niel lakukan.

Niel tidak tahu ini di mana. Lorong tersebut terlihat menakutkan, namun Niel terus saja melanjutkan langkahnya tanpa henti.

"Mau mati ..." gumam Niel tanpa sadar, masih dengan tatapan kosong miliknya.

Napasnya terengah-engah, namun remaja laki-laki tersebut terus saja berjalan. "Pilih kasih ..." gumamnya lagi.

Hingga sebuah suara asing yang selalu ia dengar setiap malam mengalihkan antesinya. Spontan Niel mencari sumber suara tersebut dengan perasaan campur aduk.

"Niel, ayo bangun, Nak."

Suara siapa itu?! Mengapa ia bisa mengetahui namaku? Akh! Niel berteriak kesal.

"Itu suara siapa sih?!"

Dan, dalam hitungan detik Niel tertarik kembali pada realita sesungguhnya. Di mana ia berada di dalam kamarnya sendiri dengan penerangan minim dari lampu tidurnya.

Going Is The Best Choice [END] ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang