"Niel tidur sebentar dulu, ya?"
Kapan pun dan di mana pun, entah karena penyakitnya atau pun hal lainnya, kematian selalu mengincar mangsa yang lemah.
****
Kepo dengan lanjutannya? Cus, langsung baca aja.
𝐇𝐢, 𝐰𝐞𝐥𝐜𝐨𝐦𝐞. 𝐈𝐧𝐢 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 �...
Ramaikan part ini, please. Jangan siders, ya:) Aku sangat mengharapkan kerjasama dan pengertian kalian semua, Bestie.
Follow juga akun ini @FitrianiDw0 nanti ku follback.
Memikirkan ide itu, gampang. Menyusun kata/kalimat, itu yang sulit. Semangat! ✨
....
꧁Happy Reading꧂ . . .
"Malam yang buruk untuk kepergianku."
-Nathaniel Jovardan Valendra-
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Rasa sakit yang menyedihkan."
-Revano Sagara Valendra-
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Tiba-tiba Niel terbangun dari tidurnya, mata sipitnya bergerak liar mencari keberadaan Vano di kamarnya. Namun sangat disayangkan, Vano tidak ada di sini.
Niel menggigit ujung kukunya, ia panik. Tadi, saat Niel ketiduran karena menunggu Vano kembali, ia bermimpi buruk tentang keadaan Vano. Di dalam mimpi tersebut, Niel merasa dipanggil lirih oleh suara Vano, namun saat Niel mencari sumber suara tersebut, Vano tidak ada di mana pun.
Tangan Niel bergerak mengambil handphonenya yang berada di atas nakas. Dengan cepat ia mencari nomor kontak Vano untuk dihubungi. Dan, akhirnya ketemu.
"Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif atau---"
Kontak Vano tidak aktif, yang terdengar hanyalah suara operator.
Niel menghela napas gusar, ia masih berusaha menelepon Vano. Namun, hasilnya tetap sama.
"Sial! Lo di mana sih, Van? Ayo, diangkat dong telepon gue." Ucap Niel gusar.