"Niel tidur sebentar dulu, ya?"
Kapan pun dan di mana pun, entah karena penyakitnya atau pun hal lainnya, kematian selalu mengincar mangsa yang lemah.
****
Kepo dengan lanjutannya? Cus, langsung baca aja.
𝐇𝐢, 𝐰𝐞𝐥𝐜𝐨𝐦𝐞. 𝐈𝐧𝐢 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 �...
"Selagi masih ada nyawa, lakukan apapun yang kamu suka. Nikmati semua itu sebelum waktunya habis."
-Nathaniel-
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Waktu adalah hal yang berharga. Jadi, jangan pernah sia-sia 'kan kesempatan yang ada. Karena, kesempatan tidak akan datang dua kali."
-Queen-
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Good morning, babe. Ayo bangun, jangan sampai kita telat. Hari ini adalah hari pertama kita ulangan semester dua, 'kan?"
Niel memberanikan diri untuk menoel-noel pelan pipi Queen dengan jari telunjuknya. Namun, gadis itu tidak terusik sama sekali setelah Niel menyentuh pipinya.
"Dia tetep nggak mau bangun juga, ya? Kayaknya Queen lagi capek banget, deh. Atau, dianya emang kebo?" Niel mengikis jarak di antara keduanya.
Ia terdiam. Memperhatikan dan menatap lekat wajah cantik sekaligus chubby milik Queen. Entah mengapa, debaran aneh terjadi begitu saja di jantung Niel.
"Jantung gue nggak aman kalau terus dekat sama lo, Queen." Lirihnya seraya menjauh dari gadisnya dengan wajah cukup yang cukup memerah.
Niel menatap ke arah jam weker, terlihat di sana jarum panjang sebentar lagi akan menuju angka lima (5). Dan, dapat dipastikan jam weker itu akan berbunyi keras jika sudah tepat waktunya.
Niel tersenyum penuh arti dan mundur beberapa langkah ke belakang. "Satu, dua, ti---ga."
KRIING! KRIIING!! KRIIIING!!!
"Anjing!" pekik gadis itu tak sadar.
Niel mengerjapkan mata lucu saat mendengar gadisnya mengumpat dengan suara yang keras tapi dalam keadaan setengah sadar.
"Masih terlalu pagi untuk mengumpat, sayang." Ucap Niel dengan suara pelan yang dikiranya itu tidak akan terdengar oleh Queen. Tapi, ternyata perkiraannya salah. Itu terdengar oleh Queen.