Part 39. Terapi Kembali

1K 92 64
                                        

Sorry for typo:)

꧁Happy Reading꧂
.
.
.

"Dia sederhana dan juga dingin layaknya sebuah es di kutub utara, tapi entah kenapa aku bisa jatuh cinta kepadanya."

-Christya Queen Andromeda-

Bagi readers yang baru mampir di kisah ini, aku ucapkan 'selamat datang!'

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Bagi readers yang baru mampir di kisah ini, aku ucapkan 'selamat datang!'. Dan, jangan lupa untuk follow akun wattpad aku, ya? Makasii💖

Vano yang tengah tertidur lelap di malam hari ini tiba-tiba terbangun kala mendengar suara benda jatuh dari lantai dasar atau lebih tepatnya di dapur

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Vano yang tengah tertidur lelap di malam hari ini tiba-tiba terbangun kala mendengar suara benda jatuh dari lantai dasar atau lebih tepatnya di dapur. Karena ingin memastikan bahwa itu bukan bahaya, maka Vano pun terpaksa turun dari ranjangnya kemudian berjalan menuju lantai dasar dengan langkah pelan.

Kaki jenjangnya satu per satu menuruni anak tangga, matanya menelisik tajam setiap sudut ruangan yang ada di dalam mansion mewah ini. Matanya terus bergerak liar hingga pandangannya berhenti tepat pada sebuah ruangan besar yang kegunaannya untuk memasak dan menyimpan perabotan alat masak.

"Kenapa lampu dapur masih hidup, ya?" gumamnya bingung seraya berjalan pelan ke arah dapur.

Pada langkah kelima belas Vano menghentikan langkahnya secara tiba-tiba kala mendengar suara ringisan kecil dari seseorang yang ia kenali.

"Niel?" batinnya.

"Aaww!" Dengan langkah gesit Vano berjalan cepat ke arah tembok pembatas antara dapur dan juga ruang makan untuk bersembunyi.

Vano menatap ke arah dapur yang di mana saudara tirinya tengah membersihkan serpihan gelas kaca yang mungkin terjatuh karena ulahnya sendiri.

Dari sini Vano dapat melihat Niel yang tengah sibuk dengan serpihan gelas kacanya saja dibandingkan membersihkan lukanya terlebih dahulu akibat serpihan kaca tersebut mengenai telapak tangannya. Ya, itu adalah Niel. Orang yang Vano kenal dan juga saudara tirinya.

Going Is The Best Choice [END] ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang