Part 50. Flashback On

713 82 33
                                        

Sorry for typo:)

Happy Reading
.
.
.

"Dunia itu pahit karena yang manis cuma senyuman para readersnya Author gue."

-Albeth Horizon-

-Albeth Horizon-

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Anu ... yang unfollow akunku ada masalah apa sih? Maaf, aku terlanjur kesal sama orang yang begitu.

 yang unfollow akunku ada masalah apa sih? Maaf, aku terlanjur kesal sama orang yang begitu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Empat bulan yang lalu ...

Niel berjalan terburu-buru menuju dapur untuk mengambil botol obatnya yang tertinggal di atas meja makan. Niel tidak mau ada orang yang mengetahui keberadaan obatnya tersebut, makanya ia terburu-buru mengambilnya.

Saat akan masuk ke ruang makan, manik Niel langsung membulat sempurna. Ternyata ada Vano di sana sambil mengenggam ... botol obatnya?!

Vano mengalihkan tatapannya, lalu melempar botol obat tersebut kepada Niel. Dengan cepat Niel menangkap botol obatnya tersebut.

"Jujur sama gue. Itu obat apa?" tanya Vano datar namun tersirat rasa kekhawatiran dari nada suaranya.

"Bukan obat apa-apa." Sahut Niel datar dan hendak langsung berlalu pergi dari hadapan Vano.

Namun, sebelum Niel keluar dari kawasan dapur, suara berat Vano sudah lebih dulu menahannya.

"Kak!" ucap Vano.

Niel menghela napas berat, lalu berbalik dan kembali menatap wajah Vano.

"Jawab pertanyaan gue! Dan jangan bohongin gue dengan embel-embel kalau itu 'bukan obat apa-apa'. Lo mau gue cari tau sendiri itu obat apa, hah?" ucap Vano kesal pada Niel lantaran tak kunjung menjawab pertanyaannya.

Going Is The Best Choice [END] ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang