Part 17. Bernyanyi Bersama

997 137 122
                                        

Sorry for typo:)

Happy Reading
.
.
.

Deg deg!!

Jantung kedua insan yang tengah saling menatap satu sama lain itu berdebar dengan kencang. Mata tajam Niel menatap manik bulat milik Queen dengan tatapan mengintimidasinya.

Queen salting. Seketika kedua pipinya memanas dan memerah. Niel segera memalingkan wajahnya ke samping, ia kaget mengapa jantungnya berdetak lebih cepat ketika menatap Queen.

Queen menggelengkan kepalanya pelan sembari mengusap pipi sebelah kirinya yang memanas.

"Heran! Jantung gue kenapa sih?!" batin Queen kesal.

Menarik napas dalam, Queen tersenyum manis sembari menatap Niel. "El, buka mulut. Biar gue suapin, aaaa!"

Niel menoleh seraya menggeleng. "Nggak jadi deh gue makan. Nggak selera,"

Queen menatap horor ke arah Niel. "Kan gue tadi bilang nggak mau nerima penolakan. Cepat buka mulut lo dan makan. Atau mau gue ..." tegas Queen dengan penuh penekan.

"Atau apa?" tantang Niel sembari tersenyum miring.

Queen mencebikkan bibirnya kesal. "Ish! Nggak asik lo ah! Buruan buka mulut lo!" ucap Queen galak.

Niel terdiam. Ternyata, Queen juga bisa berubah menjadi galak ya. Dan itu sangat mengerikan. Pikir Niel.

Dengan sangat terpaksa Niel membuka mulutnya untuk menerima suapan dari Queen. Ingat ya, Niel terpaksa menerimanya.

Suapan pertama Niel makan dengan baik. "Nah, enak kan jadinya." Ucap Queen sembari tersenyum manis.

Niel memperhatikan senyum manis milik Queen yang terlihat indah itu. Siapa saja yang melihat senyum manis tersebut, pasti akan terpana. Contohnya, Niel.

Eh?!

Niel menggeleng kepalanya, berusaha menghilangkan pikiran anehnya barusan.

Saat Queen hendak memberikan suapan yang kelima, Niel menutup mulutnya sembari menggeleng cepat. "Udah! Gue mau muntah!" lirih Niel.

"E-eh yaudah. Gue nggak maksa lagi kok, nih minum dulu supaya lebih enakan." Suruh Queen.

Queen membantu Niel untuk duduk dengan sangat telaten. "Makasih." Ucap Niel singkat.

"Santai aja sama gue mah hehe," sahut Queen sembari cengengesan.

Dan setelahnya keduanya diam. Antara canggung dan mati topik keduanya tidak mengeluarkan suara apapun. Queen sibuk memainkan jari lentiknya sembari menunduk dan Niel yang sibuk sendiri dengan pikirannya.

"Lo nggak tidur lagi?" tanya Queen pada Niel setelah lima belas menit hanya berdiam diri saja.

"Nggak ngantuk."

"Kok bisa?"

"Ya bisalah. Emangnya lo nggak tidur juga?" ucap Niel sembari menatap lekat Queen.

Going Is The Best Choice [END] ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang