delapan²

2.1K 296 21
                                    

•°°°°°•

Resto bergaya klasik yang terdapat di pinggir pantai, menyaksikan sendiri dengan mata kepala keindahan sunset sore hari.

Keliatan sweet?

Gak!

Jungkook sudah menahan mual sedari tadi karena pilihan tempat makan abangnya. Bukan karena alergi pantai atau tercium bau amis dari ikan, tapi bayangkan saja sendiri, hampir 90% pengunjung restorannya adalah pasangan kekasih dan sisanya adalah acara makan malam keluarga yang terlihat harmonis dengan orang tua yang membawa anak-anaknya. Lalu mereka?

Hell no!

Duduk diem-dieman dengan berfokus hanya pada makanan masing-masing semenjak makanan mereka datang. Sebelumnya? Jangan ditanya, hanya diisi dengan gerutuan Jungkook yang terus meminta pulang. Kalau tahu akan seperti ini, Jungkook lebih memilih nonton anime mingguannya sembari rebahan di kasur. Bukannya malah melakukan hal basi yang membuat pantat Jungkook keram karena duduk dengan posisi canggung.

Jungkook kini merutuk karena memilih mendengarkan saran Namjoon sore tadi.

"Ekhem!"

Mungkin karena tidak tahan dengan suasana canggung yang mereka ciptakan sendiri, Yoongi akhirnya berdehem dan selanjutnya berlagak haus dengan menenggak minuman mahal berwarna ungu kehitaman yang tersaji hanya untuk Yoongi.

Ingatkan pada diri sendiri bahwa Jungkook masih di bawah umur. Walaupun Jungkook pernah bandel untuk mencicipi rasanya, tapi shhuutt jangan sampai Yoongi tahu.

"Habis ini mau kemana?" tanya Yoongi yang sebenarnya un-faedah.

Jungkook rasanya ingin berteriak menyuarakan suara hati bahwa ia HANYA INGIN PULANG.

"Terserah."

Tapi Jungkook juga masih punya hati. Dirinya tidak mau membuat kesan yang tidak menyenangkan pada kakaknya karena sudah mengajaknya makan malam hari ini -em, lebih tepatnya makan sore.

"Mau ke toko musik? Abang liat kamu jarang pegang gitar kamu, kemana?"

"Lah, perhatian juga si kulkas tiga pintu." muka sih adem ayem, hati Jungkook padahal udah jedag-jedug, tuh. PD kalo abangnya perhatian sama dia.

"Apanya yang kemana?"

Niatnya mau stay character, stay cool.

"Gitarnya, lah."

"Oh, rusak."

"Yaudah beli."

"Ya, yaudah."

Hening lagi. Percakapan yang gak seberapa penting itu ujung-ujungnya harus mengambang terbawa angin. Suara gemuruh ombak pantai yang terdengar membuat keduanya dilanda canggung lagi entah sebab mengapa.

Yoongi menatap jam tangannya yang setara dengan satu buah mobil Toyota Alphard itu sesaat. Hari sudah mulai malam, ia masih ada kerjaan sebenernya.

"Sekarang aja, beli gitarnya." ucapnya sambil berdiri, membuat kursi yang ia duduki berdecit pelan karena tergesek bagian bawahnya.

Jungkook yang melihat Yoongi sudah berdiri itu lantas mengangguk sekali dan ikut berdiri dengan cepat, membuat gerakan kursi juga begitu cepat dan menghasilkan suara decitan yang lebih kencang.

Maklum, pantatnya sudah kebas dan mati rasa karena duduk dengan posisi sopan sebab biasanya ia yang selalu duduk dengan kaki terangkat sebelah, seperti sedang makan di warung tegal walaupun dirinya belum pernah makan disana.

Distress.Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang