dua-puluh-empat

2.5K 351 77
                                    

•°°°°°•

Jika kemarin adalah sabtu pagi yang tenang dengan backsound suara hujan dari luar, maka kini menjadi hari keterbalikan.

Burung berkicau amat ribut dari luar sana, ditambah lagi dengan mulut dua orang yang juga sama berisiknya dengan burung-burung yang seakan membelah kuping Jungkook saat ini juga.

Taehyung dan Jimin, mengetuk bruntal pintu kamar milik Jungkook sejak 10 menit yang lalu. Terus menggedor hingga rasanya, Taehyung ingin sekali mendobrak dan membuat pintu kayu itu rusak sehingga bisa terbuka.

"JUNGKOOK?! KEBO LO 'YA?! BANGUN!!"

Jungkook berdecak sebal di kasurnya. Meraih satu buah bantal yang menganggur disebelahnya dan menutupi wajah hingga kupingnya sendiri. Berniat meredam suara curut berisik dari luar sana.

Tapi percuma.

Pintu kayu yang sepertinya sebentar lagi akan rusak itu terus di gedor dari orang tidak berperi-kepagian dengannya. Ini hari minggu dan Jungkook punya jadwal mengarungi mimpi sebanyak yang ia bisa. Jadwalnya padat sekali, tapi harus dirusak dengan kedua abang sepupunya yang teramat Jungkook sayangi.

Jungkook mengerang kesal dan melempar bantal ke arah pintu.

"APAAN SIH?!" teriak Jungkook dari dalam. Masih dengan setengah sadar dan terduduk malas di atas kasurnya.

"BANGUN! AYO IKUT JOGGING!" suara Jimin terdengar nyaring.

Jungkook mengerutkan alis. Tumben sekali mengajaknya jogging? Biasanya tidak pernah.

Karna malas berteriak di pagi buta begini. Akhirnya Jungkook bangkit dari kasurnya. Berjalan gontai dengan sesekali mengusak rambutnya yang berantakan. Membuka pintu kamarnya yang masih terus diketuk oleh Taehyung dan Jimin.

"Nahh, bangun juga akhirnya." ucap Taehyung dengan cengiran khasnya yang ingin sekali Jungkook tendang hingga ke planet lain.

"Gue gak budeg, asal lo berdua tau!"

Jungkook tampaknya memang sudah sewot sedari awal.

"Biasa aja dong! Ayo jogging!"

"Tumben?"

"Apannya yang tumben?"

"Ya, elo. Tumben. Ngajak gue?"

"Daripada elo diem terus di kamar, udah kaya ayam betina lagi ngeremin anaknya, mending gue ajak. Sekalian, Kook, cuci mata."

Jungkook memutar bola matanya malas.

"Udah, ayo! Banyak tanya lo! Kaya HRD!"

Maka, dengan bumbu paksaan yang terlalu banyak dan dirinya yang ditarik paksa untuk segera cuci muka dan berganti pakaian, kini Jungkookpun berjalan santai di belakang Taehyung dan Jimin yang tengah jogging di depannya.

Berkeliling komplek, katanya sih begitu.

Komplek cukup ramai oleh orang-orang yang juga tengah memakai pakaian olahraga dan berlari kecil mengitari komplek.

Jungkook menatap malas pada sekitar. Matanya masih mengantuk dan seakan-akan ia bisa tidur sambil berjalan saking mengantuknya.

"Buruan, woy!" suara Taehyung membuyarkan lamunan Jungkook yang hanya menatap tak minat pada sekitar.

Jungkook berdecak sebal, lantas berlari kecil menyusul kedua sepupunya.

"Buka mata lo. Kesandung polisi tidur, mampus!" ucap Jimin kala melihat Jungkook berjalan dengan matanya yang setengah tertutup.

"Gara-gara lo berdua emang!"

"Apaan?!"

"Ngerusak Minggu berharga gue, cuma buat keliling gak jelas. Gue balik, ahk!"

Distress.Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang