dua-puluh-lima

2.1K 333 64
                                        

3K+ kata
Cari tempat nyaman untuk mulai baca!


•°°°°°•

Jam menunjukkan angka sebelas siang, bertepatan dengan kepulangan Jungkook dan kedua kakak sepupunya yang sudah berhasil menyeretnya untuk keliling komplek hingga jam sesiang ini.

Jogging? Cih!

Yang ada hanya berkeliling tidak jelas dan terus berhenti untuk mencoba semua jajanan kaki lima. Dari mulai bubur, kue cubit, telur gulung, batagor hingga yang terakhir adalah ketoprak satu piring yang dimakan oleh mereka bertiga bersama-sama. Alasannya? Makan ketoprak sepiring bertiga itu ide Jimin yang katanya sudah lama tidak makan ketoprak, ingin makan sendiri, tapi takut tidak habis. Maka terjadilah acara makan satu piring bertiga itu.

Bodohnya Jungkook, dia mau mau saja ketika ditarik ke gerobak kaki lima di sepanjang taman komplek. Bukannya olahraga, mereka malah menambah lemak jahat di dalam tubuh.

Jungkook membanting tubuhnya ke sofa besar di ruang keluarga. Lelah? Bukan. Ini efek terlalu kenyang hingga perut rasanya ingin meledak.

Taehyung dan Jimin langsung berjalan menuju dapur, mengambil air dingin dari lemari es dan membawanya ke ruang keluarga untuk diminum bersama.

Jungkook tampak memejamkan matanya di sofa, tampak sangat lelah walaupun satu bulir keringatpun tidak terlihat.

"Nih, minum." Jimin menjulurkan segelas air putih dingin kehadapan Jungkook.

Jungkook membuka sebalah matanya, terlihat terlalu malas bahkan hanya untuk membuka kedua matanya. Sedetik kemudian Jungkookpun menegapkan tubuhnya dan menerima segelas air dari tangan Jimin.

"Abis ini langsung OTW, ya, siap-siap!"

Hampir saja air yang Jungkook telan kembali keluar dari kerongkongan ketika Jungkook mendengar hal gila yang baru saja Taehyung katakan.

"Bangsat! Pada gak punya cape, lo berdua?!"

Taehyung mendelik pada Jungkook, "Biasa aja dong! Muncrat, nih!"

"Udah, gak usah banyak cing cong. Siap-siap sekarang juga!" Jimin berdiri dari duduknya, dan kembali menarik paksa tangan sang adik untuk segera bersiap seperti pagi tadi. Jungkook menjadi seperti deja vu.

"Ogah! Badan gue masih remuk!"

"Bacot! Buruan, Kook!"

"ARRGGHHH!"

Berteriaklah sesuka hati, Koo. Karena Jimin dan Taehyung adalah siluman setan yang bertekad untuk menyeret kamu keluar rumah seharian ini.

Maka dengan wajah malas dan lecek seperti baju yang tidak dicuci seminggu -kata Taehyung- berangkatlah Jungkook dengan seperempat hatinya. Ingat! Bukan lagi setengah tapi sudah seperempat! Jungkook memang tidak seniat itu.

Jimin meng-ide dengan memesan taxi online saja supaya cepat, sebab terlalu malas untuk berjalan ke depan gerbang komplek yang jauhnya lumayan itu. Sedangkan Taehyung tetap kekeuh dengan keinginannya untuk menggunakan angkutan umum saja, katanya ia ingin sekalian membeli es jeruk lima ribuan di depan gerbang komplek sana. Yang pusing? Tentu saja Jungkook.

Distress.Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang