Selamat Membaca:)
***
Hari Rabu Danish, Jefri, Teza, dan juga Joni sepakat untuk lari pagi. Sudah lumayan lama mereka tidak berlari mengelilingi komplek. Biasanya hampir setiap minggu pagi mereka berolahraga. Tapi belakangan sudah jarang karena tugas-tugas kuliah yang menumpuk.
"Gue kalo lari gini jadi ngerasa ganteng banget." Celetuk Teza.
Joni menggerutkan keningnya, bingung dengan ucapan random temannya ini.
"Kenapa?"
"Pada ngeliatin euy, cakep banget gue." Ujar Teza dengan penuh percaya diri.
"Padahal mereka ngeliatin Jefri bukan elu." Jawab Danish membuat Teza memukul tengkuk leher Danish lumayan keras.
"Sakit Za!"
"Udah-udah, malu diliatin."
Sepanjang jalan banyak yang menegur mereka, dan mereka juga melakukan hal yang sama. Baru satu kali putaran komplek, Danish tiba-tiba mengeluh.
"Capek ahh, gue balik duluan." Ujarnya sambil melipir ke kosan mereka yang tinggal berapa langkah lagi.
"Ih najis banget." Ledek Teza.
"Baru sekali Nish, biasanya sampe 3 apa 4 kali juga." Ujar Jefri.
"Tumben banget lo."
Danish melambaikan tangannya, kemudian mendorong pagar kosan mereka. "Lo lo pada aja yang lari, capek gue nggak kuat."
Karena badannya terasa lengket, Danish memutuskan untuk mengeringkan keringatnya terlebih dahulu baru kemudian mandi.
Hari ini Danish tidak ada jam kuliah. Awalnya ia ingin bersantai-santai ria di kosan bersama ketiga temannya yang juga sedang tidak ada jam kuliah. Tapi entah ada angin apa, tiba-tiba Danish ingin bermain timezone.
09.32
LINE
Danish
Bin
Bintang
Kunaon?
Danish
Temenin gue
Bintang
Kemana pak?
Danish
Timezone
Bintang
Traktir ye
Danish
Iya
Siap-siap 15 menit lgi gue jmpt
Dari pada bosan di kosan, lebih baik Danish jalan-jalan. Kebetulan sudah lumayan lama bagi Danish tidak menginjakkan kaki ke arena bermain yang ada di mall itu. Apakah tempatnya masih sama? Apakah masih semenyenangkan saat dirinya berhasil mengambil boneka yang ada di claw machine?
Dulu setiap kali keluarganya ke mall, Danish pasti akan merengek untuk ke timezone. Tujuannya pasti claw machine. Sensasi greget yang didapatkannya ketika mesin capit terbuka disaat sedikit ingin masuk ke kotak adalah hal yang paling Danish benci, tapi itu akan membuatnya ketagihan untuk bermain lagi dan lagi.
Boneka Penguin yang saat ini ada di pojok tempat tidur kos nya menjadi saksi bisu betapa susahnya Danish mendapatkan boneka tersebut.
"Let's go!"
Danish tersenyum kecil melihat Bintang yang tampak bersemangat hari ini. "Seneng banget lo?"
"Apapun yang berbau traktiran gue bakal seneng." Jawab Bintang santai.
"Prinsip anak kosan banget lo."
"Iya dong, harus."
Setelahnya Danish hanya menjadi pendengar yang baik, karena sepanjang perjalanan Bintang selalu mengoceh.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cerita Danish [END]
Ficção GeralMelangkah jauh demi sebuah harapan. Awalnya aku mengira kalau keputusan itu adalah jalan terbaik yang pernah ada. Hingga tak sadar, bahwa banyak hambatan untuk mencapai garis selesai. -Danish- _______ Danish itu emosian dan galak. Tapi kalau sama Bi...
![Cerita Danish [END]](https://img.wattpad.com/cover/270273226-64-k771660.jpg)