Part 6

1K 41 0
                                        

Haii gaesss!!!
Jangan bosen baca cerita aku yaa. Maaf kalo misal ada typo atau bahasanya yang kurang mudah dipahami, harap dimaklumi. Semoga suka🥰

Happy reading!

Jam dinding sudah menunjukkan pukul 07.10 tapi gadis berambut sedikit pirang itu belum juga terbangun dari tidur nyenyaknya.

Metta sedikit demi sedikit membuka matanya yang masih mengantuk. Gadis itu mendelik kaget saat melihat jam dinding yang berada di kamarnya, pasalnya ia terlambat bangun hari ini.

"HUAAA SIAL GUE TELAT LAGI" teriak Metta histeris. "Bisa bisanya alaram gue kaga bunyi" Metta bangkit dari tempat tidurnya dan berlari ke kamar mandi.

Gadis berseragam putih abu-abu itu berlari menuruni tangga rumahnya. Metta keluar rumah tanpa sempat memakan sarapannya. Metta yang melihat Reno sedang menyirami tanaman segera menghampiri pria itu.

"Pah Metta berangkat sekolah dulu yaa" tangannya terulur untuk menyalimi tangan Reno.

"Hmm" Reno hanya berdehem sembari membalas uluran tangan Metta. Metta berlari keluar gerbang rumahnya dan langsung menaiki ojek online yang sudah di pesannya tadi.

Gadis itu melepas helmnya dan memberikan selembar uang berwarna hijau kepada driver ojek online itu "Makasih pak".

Metta berlari ke arah gerbang sekolah yang sudah tertutup rapat. "Pak bukain gerbangnya dong" teriak Metta keras kepada satpam yang tengah berada di post satpam.

Satpam yang melihat Metta dengan santainya menjawab "Mager neng". "Sialan juga tu satpam satu" ucap Metta lirih yang tak di dengar oleh satpam itu.

"Pliss pak kali inii.. aja bukain gerbang buat saya" mohon Metta memasang puppy eyes nya. Satpam yang tak tega melihat wajah Metta pun berjalan membukakan gerbang untuk gadis itu.

"Hehee makasih bapa ganteng" cengirnya. "Lain kali jangan terlambat lagi atuh neng" balas satpam tersebut.

"Iya pak tadi alaram saya gak bunyi jadi terlambat bangun" jelas Metta yang diangguki oleh satpam itu. "Yaudah mending langsung masuk aja neng daripada dihukum".

"Iya ini mau masuk pak" gadis itu pergi berjalan menuju ruang kelasnya.

"Huuh untung pelajaran masih belum dimulai, aman gue" ucap Metta lega berjalan maju. Namun langkah gadis itu terhenti ketika merasakan ada yang menarik kerah bajunya.

"Mau kemana hmm?" Suara itu begitu terdengar familiar di telinga Metta. Metta yang sudah mengetahui pemilik suara tersebut berbalik badan menghadap guru killer yang baru baru ini menghukumnya.

"Ehh ada bapa botak" ucap Metta. "E-eh maksud saya 'bapa ganteng' mulut saya emang suka typo gini pak, jadi maklumin aja" cengir Metta tanpa dosa.

"Kamu yaa suka banget bikin bapak darah tinggi" ucap Pak Edi yang sudah terlihat marah.

"Iyaa maaf pak hari ini alaram saya gak bunyi jadi saya bangunnya terlambat" ucap Metta berharap guru satu ini tidak menghukumnya lagi.

"Saya tidak mau tau sekarang kamu lari lapangan sebanyak 15 kali putaran!!" Perintah Pak Edi memberi hukuman.

"HAH 15 kali??? Jangan banyak banyak dong pak" tawar Metta yang sayangnya tak dihiraukan Pak Edi.

"Kamu mau saya tambah hukumannya?" Ancamnya. "Eehh jangan dong pak" sarkas Metta.

"Makannya kalo gak mau dihukum ya jangan terlambat!!" "Iya iyaaa bapak guantengggg" ucap Metta dengan senyum yang terlihat sangat dipaksakan dan nada meledek.

••••

Raden yang tengah bermain basket bersama teman temannya dibuat terhenti karena suara Andre.

RADEN Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang