Hai semuanya RADEN update nih!!!
Akhirnya setelah sekian lama update juga! Maaf ya guys aku jadi jarang update! Berhubung sekarang udah mulai ptm jadi sibuk banget guys maaf yah!
Happy reading!
Metta memasuki kelasnya dengan wajah sedikit ceria. Metta yang baru memasuki ruang kelas langsung menjadi sorotan teman teman sekelasnya.
"Mett Lo kalo di liat liat cakep juga ya" celetuk Viro teman sekelas Metta yang sudah terkenal dengan julukan buaya Hongkong.
"Selama ini mata Lo rabun berarti? Jelaslah gue cantik! Anaknya mama Ranti gitu loh!" Jawab Metta dengan pede dan di akhiri kibasan rambut.
"Eh Mett sini Lo!!" Teriak Marsha yang sedang duduk menggerombol bersama kedua temannya juga. Bisa di tebak mereka bertiga habis mengghibah seperti biasa.
Metta yang di panggil memilih berjalan ke arah teman temannya, meletakkan tasnya di mejanya.
"Kemana aja Lo?"
"Gak kemana mana"
"Cepet duduk lo bakal kita interogasi, banyak pertanyaan dari kita kita yang harus Lo jawab tuntas" Stella menarik pergelangan tangan Metta dan mendudukkannya di kursi yang tadi Stella duduki.
"Kaya maling aja gue pake segala di interogasi"
"Udah diem!"
"Apa?"
"Oke waktu di kantin kemarin Lo tiba tiba ilang kaya setan, kemana aja Lo? Kita cari cari sampe pusing gak nemu nemu! Telfon gak di jawab jawab! Lo sengaja bikin kita semua khawatir?"
"Satu satu anjerr gue pusing mau jawab yang mana dulu"
"Gak usah ngeles" Sarkas Stella.
"Oke fine bakal gue jelasin serinci mungkin! Puas Lo?"
••••
"METTA LO GAK LAGI BOONG KAN?" Teriak Marsha histeris setelah menyimak penjelasan Metta.
"Serius Lo Mett?" Tanya Aletta yang juga tidak menyangka apa yang telah menimpa sahabatnya itu.
"Serius gue! Mana badan gue sakit semua gara gara tu cabe"
"Kok Lo gak lawan sih?" Tanya Aletta yang juga ikut kesal dengan penuturan Metta.
"Ya waktu itu gue ga ada sisa tenaga. Lagian juga satu lawan tiga mana kelar anjir!"
"Lo di apain aja sama mereka?"
"DI BIKIN SAKIT BADAN ANJENG!! KESEL GUE!!"
"Gue bakal balas dendam liat aja Lo!!" Lanjut Metta menyipitkan mata seolah olah tengah menyusun rencana untuk bales dendam.
"Verlla lama lama pengen gue bejek rasanya!! Gatel banget sumpah tangan gue pengen cakar muka najis dia!!" Tutur Marsha.
"Tapi pipi Lo masih ada bekas tamparan gitu Mett! Berarti keras juga yaa?" Tanya Stella.
"Ya iya lah anjir gilak! Gue aja mau nangis sialan!!! Verlla tangannya pedes banget udah kaya cabe! tapi nyatanya emang dia cabe"
"Sumpah gue kalo ketemu Verlla abis Lo di tangan gue!!" Desis Marsha.
KAMU SEDANG MEMBACA
RADEN
Fiksi RemajaSiapa yang tak mengenal seorang Raden Askara Bidampati. Pria dengan paras tampan menyanjang gelar sebagai ketua geng Alvos, geng motor yang cukup famous di Ibukota. Selain mempunyai paras tampan bak dewa Yunani Raden juga memiliki kepribadian yang d...
