Haii gaesss!!!
Jangan bosen bosen baca cerita aku yaa. Maaf kalo misal ada typo atau bahasanya yang kurang mudah dipahami, harap dimaklumi. Maaf juga bahasanya masih banyak yang belepotan!! Semoga suka🥰
Happy reading!
"Jangan galak galak gitu napa sih neng!! Cantik cantik harus kalem dong!! Yuk ikut kita yuk!!" Ucap preman tersebut.
"Gak!! Lepasin gue!!!!!" Ucap Metta kesal.
Gadis itu tidak bisa melepas cekalan kuat preman itu, lengannya hingga memerah akibat cekalan kuat yang tak kunjung lepas.
"Lepasin anjing!! Tangan gue sakit!!" Bentak Metta mencoba melepaskan cekalannya. "Tolong..." Teriak Metta sekali lagi.
Usahanya masih sia sia, jalanan sudah sepi karena hari sudah larut. Gadis itu di seret kasar oleh preman tersebut.
"Please lepasin gue!!!" Mohon Metta agar dirinya dibebaskan. Metta hanya ingin pulang ke rumahnya tanpa mendapat masalah apapun.
"Ckk, bisa diem gak Lo?!!" Bentak preman tersebut. "Gue sumpahin Lo matinya ke lindes gilingan cabe!! AMIN YA ALLAH!!" doa Metta menyumpahi para preman tersebut.
Plakk
Satu tamparan telah mendarat di pipi chubby milik Metta. "Anjing juga Lo lama lama!!" Jawab preman tersebut tidak menyukai jika dirinya di sumpahi akan mati.
"Biasanya doanya cewek yang selalu tersakiti itu selalu di kabulin sama Allah. Jadi doa gue bakalan manjurr!! Mampus Lo!" Ucap Metta.
Plakk
Satu tamparan lagi mendarat di pipi Metta yang tadi sudah memerah. Sudut bibir gadis itu mengeluarkan sedikit darah akibat tamparan preman sialan itu.
"Anjing Lo ya!! Mati aja kek Lo!!!" Ucap Metta sekali lagi. Gadis itu menggigit keras tangan preman yang mencekal lengannya.
"Arkhh sakit goblok!!" Ucap preman itu melepaskan cekalan tangannya. Metta yang berhasil melepas cekalannya gadis itu hendak berlari.
Namun usahanya kembali gagal akibat salah satu preman itu menjambak rambutnya.
"Di lembutin gak tau di lembutin Lo yaa!!" Ucap preman itu yang sudah gemas akan tingkah gadis satu ini.
Dengan tidak punya hati pria tua itu menghantamkan kepala Metta ke tiang lampu yang berada di tepi jalan.
"Aww pala gue!! Lepasin goblok!!" Pekik Metta memegangi kepalanya yang terasa ingin pecah.
Preman tersebut tidak hanya sekali menghantamkan kepala Metta. Sudah berkali kali preman tersebut menghantamkan kepala Metta. Kepala dan hidung Metta kini sudah banyak mengeluarkan darah segar.
Dari kejauhan sorot lampu mobil telah menyilaukan mata mereka. Mobil putih telah berhenti di hadapan mereka. Metta yang sudah mengetahui pemilik mobil tersebut, ia menghela nafasnya lega.
Gadis itu merasa tenang, saat pria yang keluar dari dalam mobil adalah Raden suaminya sendiri.
"Raden tolongin aku!" Ucap Metta yang sudah merasakan pusing dan sakit di seluruh badannya.
"HEH LEPASIN ISTRI GUE!!" teriak Raden lantang.
"Widih ternyata ni cewek udah gak perawan lagi bro?" Ucap preman tersebut kepada rekannya.
"Hahahaaa udah di apain aja Lo neng sama dia?" Tanya preman tersebut meledek Metta.
Raden dibuat melotot saat melihat baju yang Metta kenakan sudah sedikit robek, wajah istrinya juga sudah terpenuhi darah yang mengalir.
KAMU SEDANG MEMBACA
RADEN
Teen FictionSiapa yang tak mengenal seorang Raden Askara Bidampati. Pria dengan paras tampan menyanjang gelar sebagai ketua geng Alvos, geng motor yang cukup famous di Ibukota. Selain mempunyai paras tampan bak dewa Yunani Raden juga memiliki kepribadian yang d...
