Part 7

1K 40 0
                                        

Haii gaesss!!!
Jangan bosen bosen baca cerita aku yaa. Maaf kalo misal ada typo atau bahasanya yang kurang mudah dipahami, harap dimaklumi. Semoga suka🥰

Happy reading!

Malam harinya Metta tengah terbaring lesu di tempat tidurnya. Gadis cantik itu merasakan tenggorokannya yang kering. Metta melangkahkan kaki pendeknya menuju ke dapur yang berada di lantai bawah.

Cewek itu menatap sekeliling dan hanya melihat Rena yang tengah menonton tv sendirian di ruang keluarga. Metta berjalan ke dapur untuk menggambil minum.

"Bi papa belum pulang?" Tanya Metta kepada Bi Ina yang sedang mencuci piring. "Belum neng, katanya bapa bakal pulang terlambat hari ini. Bapa tadi bilang mau nemuin temennya" jelas Bi Ina jujur.

"Oh yaudah kalo gitu Metta ke atas dulu Bi" Ucap Metta yang hanya dibalas anggukan oleh Bi ina.

••••

Sementara di sebuah cafe yang cukup terkenal di Jakarta sudah ada Reno yang sedang berbincang dengan sahabat lamanya Reza. Mereka bercerita tentang masa lalunya dulu sewaktu SMA

"Hahahah iya dulu kamu yang paling bandel di satu sekolah Za" tawa Reno saat mengingat masa lalu.

"Iya makannya sekarang nurun ke anak anak Hahahah" tawa Reza membalas ucapan Reno.

"Eh Ren gmana kalo kita nikahin anak anak kita?!! biar kita gak putus saudara" ide Reza yang langsung ditanggapi oleh Reno.

"Apa gak terlalu muda buat mereka nikah di usia yang masih remaja Za?" Tanya Reno. "Itung itung juga buat mereka latihan biar mandiri Ren" ucap Reza yang di angguki oleh Reno.

"Emmm boleh juga. Kalo gitu kita bicara dulu kali ya sama anak anak kita?! apa mereka bakal setuju atau tidak" saran Reno. "Oke nanti kita bicarakan lagi sama anak anak" balas Reza.

••••

Di basecamp Alvos sudah ada Raden dan para anggotanya yang sedang berkumpul bersama. Selain itu disitu juga ada Alen sahabat Raden sedari kecil yang baru pulang dari Amerika.

"Len Lo pulang kapan?" Tanya Gevan saat melihat Alen ada di samping Raden.

"Udah dari 3 hari yang lalu gev" jawab Alen. "Lo bakal balik ke Amerika lagi ato netep disini Len?" Andre yang kepo juga ikut bertanya.

"Kayana gue bakal netep disini deh! Soalnya gue juga udah di daftarin sekolah di sini Ndre" jawabnya membalas pertanyaan Andre. Andre hanya menganggukan kepalanya mengerti.

Raden yang duduk di sebelah Alen dengan lekat menatap sahabatnya yang sudah 5 tahun tak berjumpa dengannya. "Kenapa den natap gue gitu?" Tanya Alen yang menyadari bahwa dirinya di tatap oleh Raden.

"Lo cantik" bisik Raden yang hanya didengar oleh telinga Alen. "Emang gue cantik. Baru nyadar Lo?" Balas Alen percaya diri. "Pede banget Lo" ucap Raden terkekeh.

Raden yang sedang menatap fokus Alen dibuat menoleh saat ada seorang gadis yang menerobos masuk lewat pintu depan Basecamp Alvos.

"Eh Mett lain kali kalo masuk ketok pintu dulu kek, ucap salam kek" ucap Nando memberi tahu.

Gadis yang sudah menyelonong masuk tanpa ijin tadi adalah Metta "Bodoamat emang gue pikirin" balas Metta acuh.

Metta melihat Raden yang sedang duduk merangkul pundak Alen pun mendelik kaget tak percaya. Gadis itu berlari menghampiri Raden.

RADEN Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang