Part 25

1.2K 47 8
                                        

Haii gaesss!!!
Jangan bosen bosen baca cerita aku yaa. Maaf kalo misal ada typo atau bahasanya yang kurang mudah dipahami, harap dimaklumi. Maaf juga bahasanya masih banyak yang belepotan!! Semoga suka🥰

Happy reading!

Metta kini tengah fokus memakan makanannya di kantin. Gadis remaja itu hanya menyimak obrolan ketiga gadis di sebelahnya. Mood Metta akhir akhir ini memang sedang tidak stabil. Semenjak kejadian dirinya di tampar oleh Raden, Metta menjadi sedikit pendiam.

5 hari sudah berlalu begitu saja. Metta dan Raden juga belum kunjung baikan. Mereka enggan untuk bertegur sapa. Bahkan sudah 5 hari Raden tak memunculkan diri di rumahnya. Pria itu lebih memilih tidur di  basecamp Alvos untuk menghindari Metta.

"Eh Mett Lo masih belum baikan juga sama Raden?" Tanya Stella penasaran.

Metta hanya menggeleng lemah menjawab pertanyaan Stella.

"Lagian Raden juga oon banget anjrit!!" Celetuk Marsha yang ikut kesal dengan sikap kasar Raden.

"Eh Mett, liat tuh Raden!" Tunjuk Aletta dengan dagunya.

Metta yang semula sedang makan dengan tenang, kini dirinya merasa terganggu oleh pemandangan yang menampilkan sosok Raden yang tengah bergandeng tangan dengan Alen.

Metta merasa panas, hatinya membara terbakar api kecemburuan. Mata Raden dan Metta kini bertemu. Metta yang menyadarinya langsung memutus kontak mata itu.

"Gue duluan!" Ucap Metta bangkit dari bangkunya.

"Eh eh Mett makanan Lo belum di habisin!!" Teriak Marsha sedikit kencang.

Saat Metta berpapasan dengan Raden dan teman temannya. Metta hanya melirik sekilas dan acuh melanjutkan jalannya.

"Eh Metta kenapa?" Tanya Gevan yang melihat perubahan sifat Metta begitu tidak biasa.

"Ish Lo gak tau apa? Mereka lagi gak akur!!" Ucap Nando menggeplak sedikit keras kepala sahabatnya.

"Sakit goblok!!" Maki Gevan mengelus kepalanya.

Andre mendengus saat melihat Metta masih belum mau untuk berbaikan dengan Raden.

"Den Lo gak mau minta maaf??" Tanya Andre melirik Raden.

"Gak akan!" Jawabannya singkat.

"Cuman masalah gitu Lo besar besarin? Lo gak ngerasa bersalah udah kasar sama istri Lo? Lo gak seharusnya kasar gitu lah Den! Inget Lo yang harusnya jagain Metta bukan malah nyakitin dia!!" Ucap Andre memberi tahu.

"Lo kenapa?" Tanya Raden bingung.

"Lo cowo kan?"

Raden mengangguk menjawab pertanyaan Andre.

"Yang namanya cowo sejati gak akan pernah ngotorin tangannya buat nyakitin cewe!! Lo terlalu bajingan buat jadi seorang cowok Den! Lo terlalu banci yang gak mau minta maaf atas kesalahan yang udah Lo perbuat" Jawab Andre pedas.

Mata dan telinga Raden memerah akibat emosi yang sudah berada di ujung tanduk. Dirinya maju satu langkah dan menarik kerah baju Andre. Tanpa hitungan detik Raden langsung menonjok wajah mulus Andre. Dirinya tidak terima atas perkataan yang dilontarkan sahabatnya.

"Maksud Lo apa brengsek!!" Teriak Raden.

Ulah Raden berhasil membuat mata para penghuni kantin menoleh. Dirinya kini tengah menjadi tontonan siswa siswi lainnya.

"Maksud Lo ngomong gitu apa hah?" Teriak Raden sekali lagi.

"Den den udah den!!" Ucap Gevan mencoba melerai.

RADEN Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang