Sebagai laki-laki, tadinya tangisan itu sukar sekali di lakukan, sakit selalu saja terpendam dalam tanpa luapan, hingga akhirnya kembali lagi aku pada satu titik dimana nikmat sebuah patah hati yang kudapat, membuatku kembali lemah dan memudar dalam satu tempat yang rapat, tempat itu begitu sendu dan sepi, tempat dimanaku mudah berimajinasi dan lari dari hari-hari yang mematikan ambisi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Aku, Hati dan Hidupku
PoetryBagiku Sajak dan Puisi adalah fase paling akhir dari kejujuran yang mewakili perasaan hati seseorang.
