Lagi-lagi membias bagai rintik di ujung hujan
Melukis warna yang agak pudar di cakrawala
Indahnya kalah telak dengan gelap yang menawan
Karena gelap bertanggung jawab untuk selalu ada
Konsistensi itu pilihan dari jiwa yang jujur
Walau sang rasa tidak pernah menjanjikannya
Dekapannya terlalu mudah di hancur lembur
Tidak ragu bukan berarti pasti melakukannya
Aku sudah tidak tahu kemana lagi jarum jam mengarah
Seakan segalanya tidak teratur setelah tiada di sisinya
Aku menjerit di tusuk nestapa yang membuatku berdarah
Mati muda dalam cinta yang tidak pernah tahu keadaannya
KAMU SEDANG MEMBACA
Aku, Hati dan Hidupku
PoetryBagiku Sajak dan Puisi adalah fase paling akhir dari kejujuran yang mewakili perasaan hati seseorang.
