Aku tidak mengerti sejauh apa hati kita kini, rasanya kita memudar dalam kisah singkat yang membuat dirimu pergi, sejak kali pertama ku nyatakan cinta kepadamu yang kala itu terserap nuansa sikap diam, aku sudah tahu bahwa kamu jauh berjalan di depan, mungkin benar bahwa dulu aku masih percaya bahwa pecundang ini dapat mengejar dan berjalan denganmu beriringan, namun nyatanya kini jejak langkahmu sudah sepenuhnya memudar, kini aku buta akan arah ke tempat dimana kamu berada, lalu aku pun terkikis setelah mendengar pilihan hidup yang kau pilih untuk meninggalkan kota Jakarta, ribuan hari berlalu hingga akhirnya ku sadari bahwa kita telah terbuai, kita tak pernah tahu bahwa ada hal di dalam hati kita yang belum terurai, hal itu lah yang membawa angin, hujan ataupun awan menghubungkan kita yang berada di antara Jakarta dan Semarang, bertahun-tahun energi itu ada namun baru terasa setelah kau menerangkan bahwa aku lah alasan utamamu tak lagi bertahan di Kota yang membuat kita bertemu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Aku, Hati dan Hidupku
PoetryBagiku Sajak dan Puisi adalah fase paling akhir dari kejujuran yang mewakili perasaan hati seseorang.
