22. Broken

34 9 0
                                    

Happy Reading ❣️❣️
.....

Satu bulan berlalu, aku hidup dengan tenang dan damai tanpa gangguan dari mantan, siapa lagi kalau bukan Rafael. Cowok itu benar-benar tidak menunjukkan batang hidungnya didepanku.

Pagi hari, sama seperti orang-orang kebanyakan, aku langsung bangun dan membuka ponsel. Memastikan adakah pesan atau informasi yang tertinggal sewaktu aku tidur.

Sepi.

Kayak hidup ku.

Tck!

Aku memilih tidak langsung bangkit dari kasur, lebih asik meng-scrol Instagram melihat-lihat tontonan absurd ala kadarnya.

"Nessy, di cariin temen kau itu di depan."

Kening ku reflek terangkat, temen? Siapa? Perasaan gak ada yang tau rumah ku kecuali itu-itu aja deh.

"Siapa mak?"

Lama tidak mendapat balasan, tiba-tiba mama kembali berteriak nyaring. "COWOK TAMPAN SEDUNIA KATANE ....elah tapi nak karo calon mantu ku yo ijeh kalah adoh."

"Ehh siapa tu tan calon mantu tante?"

Hah?

Kok kayak ada suara cowok. Dari nada suaranya yang fals, aku tau nih siapa yang datang. Tapi anehnya, darimana dia tau rumah ku ada di sini?

What the.... Dave??

Buru-buru aku masuk kamar mandi untuk mencuci muka dan gosok gigi, masih dengan pakaian tidur hanya saja aku lengkapi dengan kerudung instan warna navy.

"Alfa?"

Kedua orang yang ada di ruang tamu sontak menoleh, dengan senyum andalan Alfa. "Hallo bebeb Nessy...." sapanya dengan mengedipkan satu matanya.

Aduh ngapain nih anak satu datang kemari!

Aku berbalik melihat ke arah mama yang kini tengah berkacak pinggang. "Siapa kau ni, Nessy? Kau gak ada niatan mau selingkuhin mantu emak kan?" Celetuk mama ditambah sahutan Alfa yang sukses membuat kepala ku ingin meledak rasanya.

"Loh, Nessy ini pacar saya tante. Bahkan udah nabung bareng buat nikah besok."

"Nessy, naik gih. Gak emak ijinin kau main sama ni anak." Teriakan mama spontan membuat ku menutup telinga, sementara Alfa mendelik kaget.

"Eh jangan tante, bercanda atuh tan. Bawa selow aja tan." Bujuk Alfa kelabakan.

Ya kali awal ketemuan sama camer udah langsung gak direstuin aja.

Ayo Alfa cari muka di depan camer!!

"Eh tante kita belum perkenalan secara resmi loh. Saya...."

"Gak butuh, waktu emak habis kebuang sia-sia buat nanggepin anak macam kau!"

Aku meringis sementara Alfa bermuka masam.

"Tante kalau marah tambah cantik loh."

"Basi."

Prfft....

Aku sontak nahan tawa, terlebih ketika melihat raut muka Alfa yang semakin kecut.

"Ya Allah tante, jangan marah-marah mulu ntar cepet...eh ntar awet muda lagi."

"Ya bagus dong kalau gitu." Cetus mama songgong.

Aku tertawa keras. "udah mak, bikin takut anak orang aja." Sahut ku karena merasa kasian sama Alfa.

Merasa di bela Alfa mesem dan dengan genitnya mengedipkan satu matanya dengan kurang ajar.

"Heleh, udahlah, udah males debat emak. Ini masih pagi, pagi-pagi bukannya mood baik ini malah kecut, udah makan belum lo?"

Maps Koplak! (Revisi)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang