I'm someone who cant hide happiness but can hide sadness, cz i dont like to show my sadness in front of people.
Aku rasa hampir sebagian orang di bumi juga begitu.
***
Bagian XXX - Lucifer.
Setelah hampir lima bulan berada di Balikpapan, hari ini Lea kembali bersama sang suami. Meskipun urusan mereka belum sepenuhnya selesai, tapi keduanya memutuskan untuk pulang saat teringat bahwa senin nanti Bian akan berulang tahun.
Bandara Soetta seperti biasa selalu padat oleh orang-orang sibuk yang hilir mudik. Bagai lautan yang penuh dengan berbagai jenis manusia.
Lea menarik tangan sang suami, Setra, setelah mendapati kakaknya yang melambai heboh dengan sumringah. Disebelahnya ada Bian dengan senyum manis yang tak kalah lebar.
"Biar aku yang bawain." Bian menarik koper dari tangan Lea, senyum lebar saat tangan wanita baya itu mengusak lembut rambutnya.
Menjadi Bian itu menyenangkan. Sejak kecil hidupnya hanya dipenuhi senyuman sebab terlahir menjadi sosok yang diinginkan. Sesosok laki-laki.
Dalam garis keluarga Elmar, Bian adalah cucu laki-laki yang kesekian namun lebih disayang karena kepintarannya yang diatas rata-rata.
Lelaki itu juga mempunyai sosok abang dan satu adik perempuan, namun balik lagi, dia jauh lebih disayang karena pintar dan patuhnya pada keluarga.Nenek punya banyak peliharaan sapi dan dia pernah bilang akan memberikan itu semua pada Bian kalau nanti dia mati.
Anehnya, meskipun kasih sayang untuk Bian terasa berlebihan, tidak ada satupun yang merasa iri, malah seluruh cucu yang ada dalam keluarga turut memberikan perhatian mereka, ya kecuali Elmar.
Sebab tidak ada alasan bagi Elmar untuk menyukai sosok yang sudah merenggut ayah bunda darinya.
Tapi sebaliknya, diantara sepupu mereka yang lumayan banyak, Bian justru hanya sayang pada Elmar, pada gadis yang menyadarkan dirinya betapa pentingnya peran keluarga dalam hidup.
Bian juga sadar bahwa dia memang mencuri atensi paman dan bibi Lea, tapi anehnya dia tak ada niat mengembalikan. Itu sebabnya dia sering mengucap maaf dan terimakasih kepada Elmar.
Ya, dua kata yang sayangnya tidak bisa menghilangkan rasa sepi gadis itu sebanyak apapun Bian berucap.
Selasa sore, tepatnya pukul 4 saat Elmar melirik arlojinya dan masuk kedalam rumah. Ada ayah dan bunda yang sedang duduk diruang depan, dia tidak kaget. TV menampilkan potongan video dari pesta ulangtahun Bian semalam dan tanpa sadar jantung Elmar langsung berdetak dengan sakit melihatnya.
"Aku pulang..." ucapnya lirih. Dua pasangan paruh baya itu menoleh serempak, tersenyum kecil sampai bunda menepuk bagian kosong disebelahnya.
Elmar menghela nafas. Dia tau, bunda pasti hanya ingin bercerita tentang seberapa memukau nya Bian malam tadi. Dan miris nya, Elmar bahkan tidak diundang di acara yang mereka sebut dengan pesta keluarga itu. Jadi untuk apa dia harus mendengarkan? Hanya bikin sakit hati saja.
"El cape bun, mau keatas dulu, istirahat." Elmar memberikan senyum kecut nya dan sebagai orangtua harusnya mereka tau dengan ekspresi wajah itu. Namun sayang, orangtua Elmar berbeda. Terkadang dia curiga sampai berpikir bahwa mungkin dia hanya anak pungut dalam keluarga aneh ini.
"Apa gue harus ke Thailand dulu buat operasi kelamin biar mereka sadar sama eksistensi gue?"
Satu pesan Elmar kirimkan pada Rilla selagi kakinya melangkah menaiki anak tangga. Dia lelah, jujur. Sepi dan rasa tak dianggap ini membuat setan dalam dirinya selalu berbisik jahat.

YOU ARE READING
AL IS EL (Renjun)(END)
FanfictionDalam semalam Alio sadar bahwa kehidupan Elmar, yang selama ini dielukan oleh semua orang, ternyata tidak lebih dari sebuah neraka. *** "Lo salah masuk toilet El, lo ga lihat ini toilet cowok?" start, 1 juli 2021. end, 14 agustus 2021.