"Sistem, bagaimana jika saat sampai ditempat itu Gajah Mada curiga? Bukankah aku harus memiliki alasan masuk akal untuk mengapa berada di sana." Nirmala berhenti berjalan. Menatap sistem dengan penuh harapan.
Sedari awal Nirmala merasa bahwa perjalanan ini dilakukan dengan terlalu gegabah. Tanpa persiapan yang benar-benar matang. Meski sistem tidak akan membiarkannya mati begitu saja, untuk mendapat niat baik pria itu bukankah ia harus memiliki sesuatu yang luar biasa?
[Gunung yang ditempati Gajah Mada, memiliki tumbuhan ajaib langka yang hidup di dalamnya.]
[Jenis tanaman langka, bunga raja iblis yang bisa digunakan untuk membuat racun seribu iblis, racun mematikan. Selain mematikan, bunga raja iblis dapat digunakan untuk membuat penangkal racun dewi bulan.]
"Wah daebak, di saat terluka pun dia mendapat tempat bersembunyi yang luar biasa." Nirmala bertepuk tangan sembari melanjutkan langkahnya.
"Sistem, untuk menemukan Gajah Mada dan mengobatinya, bukankah kamu harus memberikan aku beberapa obat dan perlengkapan lainnya yang akan membuatnya percaya bahwa aku seorang tabib?"
[Ada mendapatkannya.]
"Sistem, apa itu racun dewi bulan?"
[Racun yang membuat seseorang merasa seperti ditusuk oleh ribuan pisau. Sangat menyakitkan, sehingga orang yang terkenanya berharap dapat berhenti bernapas, namun racun ini tidak akan mengizinkan orang mati sebelum sebulan.]
***
"Saya hanya ingin mengambil tumbuhan ajaib yang tumbuh di dalam gua, tuan." Nirmla megepalkan kedua tangannya saat menjawab dengan suara sedikit bergetar. Kekuatan intimidasi yang berasal dari dalam gua membuatnya ingin menangis. Dia benar-benar takut pada pria itu.
"Saya tidak berbohong tuan. Di dalam gua itu ada bunga raja iblis, saya berencana mengambilnya untuk membuat penawar racun dewi bulan." Nirmala terdiam saat hening menjadi sahutan atas jawabannya.
"Lakukan dengan cepat." Kali ini Nirmala tidak menoleh meski suara itu berasa dari sampingnya.
Nirmala mengambil pisau di tanah, memegangnya dengan hati-hati. Belati itu dibuat dengan cermat dan memiliki nama di gagangnya. Tangan Nirmala menyapanya dengan lembut. "Mada," bisiknya yang hanya di balas oleh daun-daun pohon yang saling bergesekan.
***
[22 Agustus 2021]
Biru
KAMU SEDANG MEMBACA
Nirmala: Fall In Love System
RomancePPKM darurat yang diberlakukan dan pandemi yang tak surut ditambah tugas kampus yang menggunung membuat Nirmala ingin lari dan menciptakan dunia sendiri. Di tengah-tengah kewarasannya yang menurut Nirmala tak dapat lagi dipertahankan karena ia meras...
