49| Mencoba Menjernihkan Hubungan dengan Protagonis Pria

109 15 0
                                        

Nirmala mencuci mukanya sekali lagi. Menatap wajahnya yang masih pucat melalu kaca. Merapikan penampilannya sebisa mungkin sebelum keluar dari toilet siswi. Namun ia, segera terlonjak kaget saat akan berbelok ke koridor, melihat Bimantara yang tengah bersandar di tembok dengan tangan yang terlipat di depan dada.

Nirmala bertolak pinggang, menatap pria itu ke atas dan ke bawah berulang kali. Harus ia akui, Bimantara memang memiliki wajah dingin yang menawan, membuatnya menghela napas merasa sangat disayangkan pria itu tidak memiliki senyum.

“Apa yang kau lakukan di sini?” tanyanya dengan nada kesal karena membuatnya kaget, namun sebuah pemahaman membuatnya mengerling. “Ohoh, aku tahu, kamu mengkhawatirkanku?” Nirmala berkatanya dengan nada penuh olokan. “Hehehe, lihat bagaimana aku akan membuatmu menjadi adik kecil yang tertindas.” Pikirnya dengan penuh kebanggaan.

Wajah Bimantara menjadi semakin dingin, setelah melihat gadis itu baik-baik saja ia segera menegakan tubuhnya dan hendak pergi, namun urung saat mengingat ada yang harus mereka selesaikan. Tangannya menatap jam tangan, masih tersisa lima menit sebelum istirahat selesai.

“Mari kita bicara sekarang,” ujarnya pada akhirnya saat menyadari tidak ada yang berlalu-lalang di koridor tempat mereka berada. Nirmala mengangguk dengan semangat. “Kamu ingin aku berhenti menargetkan Nayra?” Tanya Nirmala dengan suara malas seolah apa yang ia katakana tidak berarti apa-apa. Melihat Bimantara mengangguk, Nirmala segera berkata dengan tegas. “Tidak mungkin.”

Jawaban singkat Nirmala membuat wajah Bimantara mengeras karena kesal. “Jangan bertingkah terlalu jauh Nala. Aku tidak bisa memaklumi lagi perbuatanmu dan lagi aku tidak menyukaimu.” Implikasi dari perkataannya jelas. Dia tidak akan lagi menganggap Nala sebagai teman masa kecilnya dan dia akan menyulitkan Nala. Tidak akan segan-segan membalas perbuatan Nala.

Nirmala melambaikan tangannya dengan cepat. “Mata mana yang kamu gunakan untuk melihat aku menargetkannya karena menyukaimu? Jangan salah paham, okey? Aku tidak menyukai adik kecil dingin sepertimu. Aku pasti akan mati membeku bila tinggal denganmu.”

Bimantara untuk sementara membeku, sebelum mengernyit dengan berbahaya. Nirmala kembali berkata dengan sombong. “Aku menyukai Sanskara, jadi jangan salah paham. Biar kuberi tahu, aku juga hanya menganggapmu sebagai adikku jadi mari kita berteman seperti biasa dan beri tahu pacarmu untuk menjauh dari Sanskara.”

Bimantara menatap gadis itu dengan aneh, apakah dia berpikir bahwa Bimantara buta dan memiliki EQ rendah? Gadis itu terlalu meremehkannya bukan? Namun Bimantara tersenyum kecil, hasil ini lebih baik dari yang ia perkirakan, bagaimana pun Nala teman masa kecilnya jika dia berhenti menyukainya dan menyukai orang lain sekarang itu baik. Mereka bisa berteman dengan baik.

Bimantara menghela napas, menatap gadis itu dengan penuh simpati. “Tidak ada orang yang akan berani untuk menjadi orang yang kamu sukai,” ujarnya sebelum melenggang pergi karena bel masuk telah berbunyi. Nirmala yang tertinggal segera mengikuti. “Dia meremehkan aku, bukan?” gumamnya dengan setengah tak percaya. Namun apa yang dikatakan Bimantara benar, tidak akan ada orang yang berani disukai gadis itu, jika konsekuensinya adalah orang-orang didekatnya diintimidasi begitupun dengan orang yang disukainya. Nirmala memegang keningnya tak berdaya. “Jadi aku harus melakukan pengejaran seperti anak sekolah dasar yang tengah jatuh cinta?!”




***
9 Januari 2025

Sampai jumpa di part selanjutnya, pai pai:>

Jangan lupa tinggalkan jejak :)

Biru

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jan 09, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Nirmala: Fall In Love SystemCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang