Nirmala lari ke halaman, menatap dengan penuh obsesi pada kerupuk berwarna putih yang tengah di jemur beralaskan daun pisang. “Sistem, kamu sangat luar biasa. Wahahaha jika kita kembali nanti, kamu harus membantuku menjadi pembantu Mama.”
Jika memiliki mata, sistem pasti sudah memutarnya dengan malas. Dengan marah sistem meludahkan keluhan berupa tulisan berwarna merah yang terus berkedip. [Bagaimana mungkin sistem pertama di dunia bisa menjadi pembantu rumah tangga? Sistem memiliki kecerdasaan yang melebihi manusia, dan sebagai teknologi kecerdasaan tinggi …]
Nirmala tidak tertarik untuk membacanya dan mendengarkan suara sistem yang terdengar kekanak-kanakan untuk pertama kalinya, lebih memilih mengambil kerupuk itu secukupnya dengan bahagia.
Nirmala tidak membutuhkan waktu lama untuk memasak makanan yang telah ia makan ribuan kali tanpa bosan. Matanya penuh dengan binar terang saat menatap dua mangkuk yang disajikan di meja makan. “Sekarang aku akan memberi tahu nama makanan ini adalah seblak. Kamu harus tahu ini adalah makanan terenak di dunia.”
Gajah Mada tidak peduli pada kata-katanya, hanya mengambil sedikit dengan sendok dan mencicipinya. Rasa pedas membakar membuatnya sedikit terbatuk, namun sebenarnya tidak seburuk itu. Rasa rempah, pedas, dan gurih membuatnya sedikit tercengang. Makanan ini memang cukup lezat.
“Sudah kubilang seblak itu pedas, kamu harus mencoba perlahan.”
Gajah Mada mendelik tanpa gadis itu sadari. Bukan salahnya jika ia tersedak. Toh ia tidak makan dengan tergesa, salahkan saja makanan ini yang membuat lidahnya terasa terbakar. Namun meski begitu, rasanya sangat enak, menggugah selera makannya.
Pria itu mengambil piring nasi dan menambahkan seblak keatasnya. Ya, setidaknya dia harus memakannya dengan cepat atau jatah makannya bisa saja dimakan gadis yang tengah makan dengan cepat seolah belum makan selama tiga hari.
"Aku kenyang." Nirmala meletakan sendok kayunya dan bersandar dengan malas di kursi. Tangannya mengusap perutnya dengan gerakan melingkar. "Aduh, dedek jangan nakal, Mama udah makan seblak kok, jangan nendang-nendang," ujarnya dengan kikikan. "Rasa enggapnya sama kek hamil." Nirmala terdiam sejenak. "Tapi aku belum pernah hamil."
Gajah Mada samar mengganggukan kepalanya. Harus diakui ia juga kekenyangan. Suasana sore mereka dihabiskan dengan berlomba makan seblak. Porsi makannya lebih banyak dari biasanya. Lidahnyapun masih mati rasa.
Pria itu terlihat ingin mengatakan sesuatu, namun menahannya dan memilih untuk pergi kekamarnya. "Mungkin sifat gila gadis itu kambuh kembali."
"Hei, siapa yang akan membereskan meja makan ini?" Suara Nirmala yang malas hanya dijawab dengan bantingan pintu kamar. "Dasar, Mahapatih kampret."
"Hehehe sistem tolong bereskan semua piring kotor ini. Aku sangat ngantuk." Nirmala berdiri dengan menguap dan berlari menuju kamarnya.
Sistem [-_-]
[Bukankah ini terlalu menyianyiakan kecerdasan dan merendahkannya?]
***
[19 April 2022]
Kangen Rury hehehhee
Biru
KAMU SEDANG MEMBACA
Nirmala: Fall In Love System
RomansaPPKM darurat yang diberlakukan dan pandemi yang tak surut ditambah tugas kampus yang menggunung membuat Nirmala ingin lari dan menciptakan dunia sendiri. Di tengah-tengah kewarasannya yang menurut Nirmala tak dapat lagi dipertahankan karena ia meras...
