Cahaya yang bersinar terang membuat Nirmala mau tak mau membuka mata sembari menggerutu, kesal. "Aih, apalagi sih ..." Ringgisannya terhenti saat menyadari bahwa barang-barang di sekitarnya melayang, membuatnya terdiam beberapa saat. "Dunia memang sudah gila."
Nirmala sedikit bergidik, mengucek matanya beberapa kali, namun semua masih sama. "Aku pasti sudah gila. Efek PPKM darurat ternyata separah ini. Oh, Mama maafkan anak tidak berbaktimu ini."
Dengan ekspresi bangga karena mengira sudah gila sehingga bisa lepas dari kelas online dan setumpuk tugas yang selalu memanggil untuk dikerjakan.
Nirmala kekeh geli. "Jadi seperti ini rasanya gila?"
"Apa yang harus aku lakukan?" Nirmala melihat kesegala arah, sebelum tawanya membahana. Tempat ini bukan lagi kamarnya. Hanya barang-barangnya yang melayang di angkasa. Apakah dia berhasil melakukan magic dream untuk bertemu anak-anaknya, koya, dkk?
Nirmala mencubit tangannya dengan keras untuk membuktikan bahwa ia benar-benar gila, sehingga bisa langsung menghubungi rumah sakit jiwa. Lalu menjadi salah satu sample, bahwa corona dan PPKM darurat bukan perpaduan yang baik untuk manusia, hahaha.. memikirkannya saja sudah membuat gadis itu bahagia.
"Ponsel, di mana ponsel?" gumamnya dengan sedikit nyanyian. "Ah ternyata di sini." Nirmala mengambil ponsel yang entah sejak kapan berada di atas meja, di sampingnya. "Ayo kita tanya mbah google dulu, apa yang sebenarnya tengah terjadi?"
"Eh, apaan nih, kok ada aplikasi baru? masa namanya lari dari pandemic, ciptakan dunia sendiri. Sudah gila dia." Nirmala terkekeh membaca nama aplikasi berwarna biru muda berbentuk kelopak bunga tersebut.
Mata gadis itu mengerjap dengan cepat, menyesuaikan dengan cahaya yang tiba-tiba keluar dari ponselnya setelah mengklik aplikasi tersebut. Sebuah layer hologram di tampilan di depannya. Suara monoton seperti google translate terdengar bersama dengan meculnya tulisan di layer.
[Selamat datang di aplikasi kami, apakah anda ingin bergabung?]
Nirmala menatap tulisan dan opsis ya atau tidak di bawahnya. "Wah daebak," ujarnya dengan kagum dan tanpa ragu menekan ya.
[Terima kasih telah bergabung bersama kami.]
[Data pemain sedang di muat]
[Nirmala Jayanegara. Mahasiswi pemalas semester 3 jurusan ilmu sejarah. Hobby melihat laki-laki tampan]
"Wah, daebak, daebak, keren. Pencurian informasi."
[Mencocokan data dengan jenis permainan]
[Memuat membutuhkan 3 menit, mohon bersabar]
[Pencocokan selesai, data berhasil di muat. Transfer pemain akan dilakukan dalam hidungan ketiga, harap bersiap.]
Nirmala berdeham, merapikan rambutnya dengan cepat. "Ayo lari dari pandemic."
[1, 2, 3. Transfer pemain berhasil]
***
[19 Agustus 2021]
Selamat datang di dunia pertama kawan-kawan.
Biru
KAMU SEDANG MEMBACA
Nirmala: Fall In Love System
RomansaPPKM darurat yang diberlakukan dan pandemi yang tak surut ditambah tugas kampus yang menggunung membuat Nirmala ingin lari dan menciptakan dunia sendiri. Di tengah-tengah kewarasannya yang menurut Nirmala tak dapat lagi dipertahankan karena ia meras...
