24| Tidak Masalah

580 112 5
                                        

"Tuan, apakah kamu sudah bangun?" Nirmala berlari memasuki gua dengan bodoh. Tangannya membawa makanan dengan menu berbeda. Yah, pagi ini dia ingin pria itu mencoba bebek pangang yang menjadi menu favorite-nya selama tinggal di istana.

"Yah aku tahu kamu pasti sudah bangun. Lihat apa yang aku bawa?" Nirmala membuka bungkusan nasi dan lauknya dengan bangga. "Bebek panggang yang harum dan nikmat, kamu pasti akan menyukainya."

Kali ini Nirmala membawa dua porsi, dia juga akan ikut sarapan pada pagi buta seperti ini. "Megapa kamu datang di pagi buta? Bukankah itu akan berbahaya jika bertemu biantang buas." Nirmala menatap pria itu dengan berbinar.

"Aku senang kamu khawatir." Nirmala terkekeh dengan centil. "Jangan khawatir, aku akan baik-baik saja." Lanjutnya saat menyadari tatapan aneh Gajah Mada. Pria ini benar-benar tidak memberikan wajah pada kecantikan. Yah memang apa yang bisa diharapkan dari pengembang game bajingan? Tentu saja NPC-nya juga akan sama. Nirmala menghela napas, "Mengapa aku dikelilingi bajingan?"

[ ...] Sistem berpura-pura mati.

Gajah Mada hanya menatapnya sebentar dan merasa bahwa gadis itu semakin aneh. "Ayo makan." Nirmala tidak sopan, dan langsung menggit sepotong daging yang penuh dengan rempah. "Hmm ... ini enak."

[Selamat, niat baik naik menjadi 10%]

Nirmala menyaupkan sepotong daging sembari menyeringai. Hehehehe dugaannya tak pernah salah. Seharusnya dia memang tak perlu mendengarkan komentar sekumpulan data yang selalu logis, terkadang kenyataan lebih sederhana. "Lihat, apa kataku, harusnya aku memberinya makan sehari lima kali."

[...] sistem yang disalahkan, segera menggulung diri, berdiam di pojok gua dengan murung. Sedikit sedih saat menyadari tuannya semakin kejam. Meski Nirmala tak mengatakannya, dia tahu apa yang dipikirkannya dari ekspri bangga itu.

"Pakai topeng ini." Nirmala mengulurkan topeng berwarna hitam yang langsung diterima Gajah Mada. Topeng itu melekat dengan sempurna menyembunyikan sebagaian wajahnya. "Apakah itu nyaman?"

"Tidak masalah." Gajah Mada tidak keberatan. Topeng ini ringan dan nyaman dipakai.

"Bagus, aku memilihkannya dengan cermat untukmu." Nirmala mengangguk dengan bangga. Matanya berbinar cemerlang saat mengatakan kebohongan yang sekarang menjadi salah satu keahliannya. "Tidak sia-sia memiliki pelayan yang patuh dan dapat diandalkan. Aku harus memintanya melakukan hal lain nanti."

[Tuan, anda benar-benar tipe orang yang diberi hati meminta jantung.]

"Tentu saja semua harus dimanfaatkan semaksimal mungkin, jangan menyia-nyiakan sumber daya." 


***
[4 Oktober 2021]

Maaf untuk typonya, gak aku edit dulu.

Hari ini aku uts dan cerita ini akan libur sampai uts selesai🥳

Sampai jumpa setelah uts

Biru

Nirmala: Fall In Love SystemCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang