35| Sebuah Kesepakatan: Perdebatan Beda Dimensi

441 68 6
                                        

"Dengar aku membutuhkan kompensasi untuk kesalahan sistem yang merugikanku. Aku tidak peduli dengan uji internal atau apalah karena pada kenyataannya aku yang paling dirugikan di sini. Sangat sulit untuk menyelesaikan misi membuat Gajah Mada jatuh cinta pada anak perempuan dari musuh abadinya. Bukankah misi ini terlalu berlebihan? Menurutmu apakah orang lain akan bersedia melakukan apa yang aku lakukan sekarang?" Nirmala mencoba memperjuangkan haknya dengan argument yang semuanya hanya pengulangan kalimat dengan makna yang sama.

"Biar kukatakan dengan jelas, tidak akan ada orang lain yang bersedia untuk terjebak dengan Gajah Mada di tempat ini. Hell, memangnya gadis mana yang ingin terjebak dengan pria kejam sepertinya?" Nirmala mengakhiri pidato menggebu-gebunya dengan kalimat tanya yang sangat sinis. Wajahnya menunjukan senyum jahat ibu tiri yang legendaris.

[Kompensasi seperti apa yang kamu inginkan? Sejak awal sudah banyak keringanan yang diberikan]

Nirmala menggelengkan kepalanya dengan dramatis. "Sangat perhitungan. Bagaimana pun manusia modern sangat kapitalis, sungguh memperihatinkan."

[...]

Nirmala menampilkan wajah penuh belas kasian saat menyempaikan kompensasi yang dimintanya. "Aku tidak ingin mengakuinya, tapi aku adalah seseorang yang memiliki kasih sayang dan hati yang lembut. Aku hanya meminta agar sistem membantu membuatkan obat penawar untuk Gajah Mada saat aku sudah mendapatkan bunga seribu iblis."

[Disetujui.]

Nirmala segera menyeringai di dalam hatinya. "Sangat mudah?" Jiwa iblisnya membuat rencana untuk meminta lebih banyak, namun suara dingin tanpa emosi menghentikannya.

[Jangan terlalu serakah. Kamu pasti tahu penjahat mati karena terlalu serakah.]

Nirmala melambaikan tangannya dengan tak puas, dan ini sudah meringankan bebannya. "Jika kamu memperlakukan talent seperti ini, tidak akan ada yang mau berkerja sama denganmu dikemudian hari."

***

Pria itu mengusap wajahnya dengan kesal. "Ya tidak aka nada orang yang akan memperlakukan talent sepertimu dengan baik. Bintang satu bahkan terlalu baik untukmu."

***

[06 Maret 2023]

Pertama, maaf aku baru up setelah sekian bulan. Akhir Januari kemarin aku melaksanakan seminar proposal, Februari full revisian dan buat instrumen penelitian dan ternyata harus ganti indikator. Nyampe sekarang aku masih nunggu validasi dari validator yang merupakan dosen pembimbingku yang sekarang tengah sakit, semoga beliau cepat sembuh, amin. 

Itu saja curhatanku tentang aktivitas belakangan, tak lupa setelah september tahun kemaren aku sibuk PLP dan buat proposal.

Part 36 sedang aku ketik sekarang, kalau selesai besok malam bisa up lagi. Kalau kalian mau baca puisi buatanku bisa dibaca di Jendela Sastra dengan nama dedew298.

Bye bye

Biru

Nirmala: Fall In Love SystemCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang