[Tuan rumah, tenang. Anda sekarang sangat kaya.]
Nirmala sama sekali tidak terhibur. Apakah ia memiliki uang sebanyak itu? apakah uang yang dipakainya bukan uang rakyat? Lalu jika itu uang rakyat akankah dia dihukum, namun karena dia seorang bangsawan dan putri raja apakah hukumannya akan dikurangi. Ini mengingatkannya pada kasus korupsi bansos dan jaksa yang mendapat diskon. Apakah sekarang ia pun sama?
Nirmala ingin mengusak rambutnya sekarang juga, namun ia tak bisa melakukannya. Seorang Dyah Pitaloka tidak mungkin melakukan sesuatu yang bar-bar seperti itu. "Kaya, seberapa kaya seorang putri raja yang bahkan tidak bekerja?"
[Anda tidak perlu bersedih. Cukup minta pelayan membayarnya.]
Nirmala diam-diam menganggukan kepala dalam khayalannya. Jadi begitu, dia tidak memiliki uang karena pelayannya yang memegangnya. "Baik. Berikan tiga ramuan itu, saya akan membaayarnya."
Salah satu dayang maju, berdiri di sampingnya dan berbisik. "Dyah Ayu, kami tidak memiliki sesuatu yang sepadan untuk ditukar dengan buah naga emas." Nirmala mengangguk mengerti. "Sistem, apakah aku bisa menggunakan status sebagai putri raja untuk mengambil buah naga emas?"
[Tuan rumah, itu tidak bermoral.]
"Bukankah ini masih baik-baik saja hehehhehhe." Nirmala membiarkan kedua dayangnya untuk mengambil ramuan yang pelayan toko berikan. Juga membiarkan saat salah satu dayangnya mengeluarkan kantong kecil dan memberikan 100 koin emas.
Wajah pelayan toko tersebut sangat berseri-seri, lantas menatap Nirmala dengan ekspresi mengingatkan agar membayar untuk buah naga emas juga. Nirmala mengeluarkan stample yang menunjukan identitasnya sebagai Dyah Pitaloka. Pelayan toko mengambil stample dari tangan Nirmala. Menatap wajah Nirmala dan stample itu bergantian beberapa kali. Setelah yakin bahwa itu asli. Pelayan toko segera berlutut, memberi hormat.
"Hamba rendahan ini memberi hormat kepada Tuan Putri, mohon maafkan ketidaktahuan hamba."
Nirmala mengibaskan tangannya, memberi isyarat agar pelayan itu kembali berdiri sebelum dia mengambil kembali stample dan menyimpannya. "Benda seperti apa yang bisa ditukar dengan buah naga emas?" Nirmala bertanya dengan tenang.
Pelayan itu tak segera menjawab, melainkan meminta izin untuk memanggil penanggungjawab toko. Melihat pungung pelayan itu pergi, Nirmala sedikit terkekeh dalam hatinya, koneksi memang membuat hidup lebih indah.
***
[2 September 2021]
Weh seneng banget ketemu mas bro dong hari ini wkwkwkw temen gw yang satu ini ganteng banget heran mana humble lagi😭😭😭 temen terawet gw dari smp😊
Biru
KAMU SEDANG MEMBACA
Nirmala: Fall In Love System
RomancePPKM darurat yang diberlakukan dan pandemi yang tak surut ditambah tugas kampus yang menggunung membuat Nirmala ingin lari dan menciptakan dunia sendiri. Di tengah-tengah kewarasannya yang menurut Nirmala tak dapat lagi dipertahankan karena ia meras...
