Nirmala memberikan satu botol berisi obat yang dibuat sistem dengan paksaannya. "Cobalah." Nirmala tersemyum lebar dengan mata berbinar penuh harap membuat tulang pungung Gajah Mada agak dingin.
Pria itu menghela napas pelan, mengambilnya dengan sedikit ragu. Ekspresi gadis itu yang membuatnya meragu. "Bagus, bagus, ambil juga ini." Nirmala memasukan kertas yang berisi instruksi dan penjelasan dampak dari meminum pil ke tangan pria itu. "hehhe sedikit modus, tak apa, kan? btw, tangannya tipe pekerja keras."
[NPC pekerja keras?]
"Diamlah!"
[hehehe]
Nirmala menutup pintu kamar yang ditempati Gajah Mada, dan pergi ke kamarnya sendiri. Tidak, dia tidak ingin memantau pria itu. Melihat wajah tampan juga melelahkan. Dia hanya ingin menyelesaikan saputangannya yang hanya tinggal menyulam pinggiriannya saja.
"Lihat, bukankah ini bagus?"
[Tapi tidak ada bunga dengan bentuk hati.]
Nirmala mengangkat sebelah alisnya, mengejek. "Benarkah? Bukankah sistem kecerdasaan sepertimu seharusnya tahu."
[...] sistem membalik data yang dimilikinya berulang kali, namun tak mendapatkan apa pun yang benar-benar mirip dengan gambar itu. Bunga bentuk hati yang terlihat tidak simetris dan tanpa estetika.
"Lihat ini baik-baik." Nirmala mengangkat sapu tangannya. "Ini adalah bunga dengan bentuk hati yang cantik, kamu telah menemukan dan melihatnya apalagi yang kamu cari?"
[...]
"Benar kamu hanya bisa diam saat hard fact berbicara."
Sistem lelah dengan kebodohan ini.
***
[8 November 2021]
Minggu depan simulasi😭😭
Biru
KAMU SEDANG MEMBACA
Nirmala: Fall In Love System
RomancePPKM darurat yang diberlakukan dan pandemi yang tak surut ditambah tugas kampus yang menggunung membuat Nirmala ingin lari dan menciptakan dunia sendiri. Di tengah-tengah kewarasannya yang menurut Nirmala tak dapat lagi dipertahankan karena ia meras...
