Nirmala merasa bahwa rasa panas yang membakar wajahnya telah berhenti. Sehingga ia segera menatap Gajah Mada bersiap untuk menyelesaikan urusan yang sempat tertunda karena pengakuan cintanya. "Mada, aku bingung harus menjelaskan dari mana dan apa saja," ucap Nirmala dengan jujur sembari menatap lurus Gajah Mada. Dia tidak ingin membuat pria itu berpikir jika Nirmala mencoba mengelak. "Kamu bisa mengatakan apa yang ingin kamu ketahui, aku pasti akan menjawabmu dengan jujur."
"Sejak awal kamu tidak hanya mengetahui identitasku tapi juga sengaja pergi ke gunung untuk mencari dan langsug menemukanku. Kamu bahkan juga tahu bahwa ada tanaman langka di dalam goa itu. Bagaimana ..." suara Gajah Mada terdengar seperti genderang kematian di telinga Nirmala. Bagaimana kamu bisa mengetahuinya sejak awal sengaja sejak awal. Nirmala menyembunyikan tangannya yang berkeringat pada selendang yang dipakainya. Dengan senyum kaku gadis itu mencoba menyangkal pernyataan pria itu.
"Kamu salah paham. Aku pergi ke sana bukan untuk mencarimu. Aku hanya ingin mencari tanaman herbal. Meski terlahir sebagai putri seorang raja tapi aku tidak mendapat semua tanaman herbal hanya dengan memintanya. Aku juga tidak mengetahui ada tanaman langka hanya kebetulan." Gajah Mada menatapnya dengan penuh kecurigaan membuat Nirmala mengela napas. "Sungguh pria yang sulit dipuaskan."
"Apa kamu akan percaya jika aku menyatakan bahwa aku menyukaimu jauh sebelum kita bertemu?" Nirmala bertanya dengan wajah penuh kebanggan seolah baru saja mengajarkan cara mengajarkan kebajikan kepada seorang siswa. Melihat pria itu tak menjawab, Nirmala segera memulai ceramahnya. "Lihat kamu bahkan tidak dapat menjawabnya. Bagaimanapun aku telah belajar mengenai semua yang harus kupelajari. Aku bahkan membaca buku-buku militer dengan diam-diam dan pergi keluar untuk mendengar cerita-cerita kehebatan Mahapatih Gajah Mada dengan diam-diam. Begitu banyak cerita tentang kehebatanmu, bagaimana bisa aku tidak menyukaimu ketika kamu adalah pria tampan, hebat, berkarisma, dan berintegritas. Jika orang-orang yang ingin kamu nikahi berbaris mungkin itu akan sepanjang ..." jalan kenangan. Nirmala menelan dua kata terakhirnya dengan diam-diam. Itu tidak keren sama sekali, pikirnya.
Mendengar ada menyanjung yang gadis itu gunakan, Gajah Mada tahu bahwa Nirmala hanya meniupkan kebohongan, meski sedikit kesal, ujung telinganya yang memerah tak dapat menyembunyikan bahwa ia sedikit tergerak oleh bagaimana kerasnya usaha gadis itu untuk menggodanya.
Gajah Mada mengibaskan lengannya, meminta Nirmala untuk berhenti mengatakan kebohongan karena jika tidak mungkin gadis itu akan segera berlutut dan mengajaknya menikah. Sungguh itu bukan hal yang tak mungkin karena Nirmala bahkan menyiapkan rumah baru untuk dia gunakan sebagai tempat persembunyian. Gajah Mada sudah tidak memiliki keinginan untuk bertanya lagi. Dia ingin segera menyelesaikan urusanya di Padjajaran dan kembali ke Majapahit. "Kapan kamu dapat menyembuhkan racun dewi bulan?"
Nirmala segera memasang wajah serius. "Aku sudah memiliki semua tanaman dan ramuan yang diperlukan kecuali bunga seribu iblis yang tak dapat aku temukan. Tapi ini juga bagus, setidaknya kamu akan tinggal lebih lama disisiku." Nirmala tertawa di dalam harinya, lihat bagaimana bisa kamu tak akan tergerak oleh Wanita cantik ini.
"Aku memilikinya. Kamu bisa segera menyelesaikan obatnya." Gajah Mada mengatakan dengan sedikit malas terutama karena ekspresi pura-pura terkejut Nirmala membuatnya merasa diejek.
"Itu bagus. Ternyata kamu lebih dulu mengambilnya mendahuluiku." Nirmala menganggukan kepala dengan cepat. "Yak, tapi mengapa kamu terlihat sangat tak sabar untuk terbang meninggalkan dermawan ini? Apakah hati nuranimu telah dimakan anjing?"
[Hati nuranimu yang telah dimakan anjing.]
Nirmala segera mendekati Gajah Mada saat melihat pria itu akan marah. "Bagaimana bisa aku mengatakan hal seperti itu. Aku akan melakukan secepatnya, jangan khawatir," ujarnya dengan nada penuh sanjungan. "Jadikan ini sebagai salah satu tanda bahwa aku mencintaimu dengan tulus."
Nirmala terdiam sejenak merasa bila dia memberikannya secara cuma-cuma nanti bukankah itu terlalu menyia-nyiakan sumber daya? "Mengapa kamu tidak menghabiskan waktu untuk pergi bersamaku di pagi hari dan aku akan menyelesaikan obatnya di malam hari? Bukankah itu bagus untuk membuatku bahagia?" Nirmala tersenyum dengan ekspresi malu-malu. "Kamu tahu, aku sedikit tertekan jadi habiskan beberapa waktu untuk berjalan-jalan denganku dan kamu akan mendapatkan obatnya."
***
[16 Oktober 2023]
Part terpanjang hehehe 623 kata🤭
Biru
KAMU SEDANG MEMBACA
Nirmala: Fall In Love System
RomancePPKM darurat yang diberlakukan dan pandemi yang tak surut ditambah tugas kampus yang menggunung membuat Nirmala ingin lari dan menciptakan dunia sendiri. Di tengah-tengah kewarasannya yang menurut Nirmala tak dapat lagi dipertahankan karena ia meras...
