47| Dunia kedua: Sebuah Prolog

219 19 4
                                        

Seorang pemuda dengan seragam SMA abu-abu dengan wajah yang masih terlihat tampan dan belum dewasa, namun memiliki garis rahang dan fitur yang tegas, akan membuat orang terpesona hanya dengan berpapasan dengannya. Name tag pada dada kirinya bertuliskan namanya, Raden Bimantara Yesha.

Bimantara segera menarik gadis berkucir kuda dengan sedikit kasar membuatnya mundur sehingga ia bisa berdiri didepannya. "Nala, harus berapa kali aku bilang untuk berhenti mengganggu Nayra?" Suaranya terdengar tajam dengan ekspresi lelah yang kentara. Dapat dikatakan jika Bimantara lelah, lebih tepatnya muak dengan semua perilaku Nala yang semakin hari semakin keterlaluan.

Melihat Nala yang terdiam, Bimantara segera menghela napas. "Jangan ganggu Nayra lagi Nala. Kamu udah besar. Kita udah kelas 12, tolong bersikap baik. Jangan sampai kelakukan kamu ini membuat orang lain dan kamu sendiri kesulitan. Aku gak akan laporin ke guru karena kamu baru aja dapat peringatan. Tapi, jika kamu ganggu Nayra lagi, aku gak akan segan buat laporin kamu langsung ke dewan kekerasan sekolah." Setelah mengatakan apa yang perlu ia katakan, Bimantara segera beralih, menatap Nayra yang berdiri dibelakangnya dengan ekspresi minta maaf.

"Kamu gak papa?" tanyanya untuk memastikan, yang segera Nayra jawab dengan anggukan cepat. Bimantara menghela napas "Ini udah keberapa kali Nala ganggu kamu, kenapa gak kamu lawan aja?" Nayra segera mengalihkan pandangan, membuat Bimantara menghela napas tak berdaya dan menatap teman-teman sekelasnya dengan penuh peringatan. "Lain kali, kalau ada kejadian kek gini pisahin atau laporin ke guru langsung. Kalian gak ngerasa empati, gimana kalau kalian yang menjadi korban bullying dan gak ada yang bantu?" Meski pertanyaannya terdengar dingin dan tak acuh. Semua siswa yang menyaksikan kejadian tersebut segera mengalihkan pandangan dan berpura-pura sibuk dengan kegiatannya.

Nayra menatap Bimantara dengan ragu-ragu sebelum memberanikan diri untuk mengucapkan apa yang telah dia duga sejak lama. "Aku pikir, Nala menyukai Bima," ujarnya dengan suara pelan, tapi masih bisa di dengar oleh siswa di sekitar mereka yang memang telah menajamkan telinga sejak tadi. Mereka sedikit terkekeh dan saat Bimantara menatapnya, segera berpura-pura tak terjadi apa-apa.

Bimantara mengernyitkan alisnya. "Jangan dipikirin." Bimantara menatap Nala yang tengah mengernyitkan keningnya. Memang sudah menjadi rahasia umum, jika Nala, teman masa kecilnya menyukainya. Selama ini, Bimantara membiarkan karena Nala berhasil menjauhkan gadis-gadis yang mengerjarnya. Namun sekarang, saat ia menyukai seorang gadis, sikap Nala terasa mengganggu dan membuatnya tak nyaman.

Nala memijat keningnya berusaha menghilangkan pusing yang menderanya. Bimantara berjalan mendekati Nala, menatap gadis itu dengan seksama. "Nala ..." Nala mengangkat tangannya, menghentikan Bimantara berbicara. Matanya menatap Bimantara dan Nayra yang menatap keduanya dengan tatapan patah hati. "Kita butuh bicara."

Nala menatap Bimantara dengan tatapan sangsi. Kalau mau ngomong ya ngomong aja, gak usah banyak gaya. Dari tadi juga udah ngomong. "Apa?" Tanyanya dengan tak berminat.

"Kita bicara di luar, masih ada 15 menit sebelum masuk kelas." Nala merentangan sebelah tangannya menghalangi Bimantara untuk pergi. "Kita bicara di sini saja." Melihat ekspresi kasihan di wajah Bimantara, Nala segera kesal. Apa yang menyedihkan tentang dirinya? Karena demi apapun jika ia harus berjalan, Nala bersumpah ia akan memuntahkan isi perutnya. "Sistem, apa yang membuat adik kecil itu menatapku dengan kasihan?"

[Plot cerita akan ditampilkan]

"Tidak, tidak. Katakan saja. Aku akan muntah jika harus membaca."

[Nala, tubuh yang nona tempati, menyukai Bimantara]

"Adik kecil ini?"

[Ya]

Entah dia yang terlalu sensitif atau apa, tapi Nirmala merasa jika suara system membawa sedikit rasa kasihan.

Persetan.



***

[06 Juli 2024]

Setelah sekian abad TT aku pengen nulis cowok badboy tapi gak bisa ... sedih banget gak bisa nulis badboy. Apa ini efek pengen punya jodoh mas-mas Jawa?

Gimana part ini? silakan tinggalkan jejak

Sampai jumpa di part selanjutnya...

Biru

Nirmala: Fall In Love SystemCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang