33| Menggertak Ala Gajah Mada

611 91 0
                                        

Tarik napas dulu, ini lumayan panjang hehehe 500 words. Happy reading:)

***

[Sistem memiliki obat penenang apakah anda ingin membelinya?]

"Aku hanya takut bukan depresi, di mana obat itu akan berguna?"

[Satu obat penenang dikreditkan]

Nirmala ingin menggosok telinga dan menangis lebih keras saat mendengar suara sistem yang tak tahu malu, namun air matanya tak bisa lagi keluar. Dia bisa merasakan tubuhnya yang perlahan menjadi santai dan ketakutannya berkurang sedikit. "Tidak bisakah diberikan secara gratis? Terlalu kapitalis."

[Kredit akan dibayar dari poin yang diterima setelah misi selesai]

Nirmala menarik napasnya membuat jeda untuk menyusun kata di dalam kepalanya. Untuk meminimkalisir perkataan yang salah dan penjelasan yang mengarah pada hal yang akan merugikannya. Namun hal ini diartikan oleh Gajah Mada sebagai tanda bahwa Nirmala, hingga tangannya memberi tekanan lebih pada pisau yang dipegangnya, membuat leher Nirmala terluka.

Mata Nirmala terbelalak dan tanpa sadar mendesis saat merasakan darah yang keluar dari lehernya. Dengan gemetar tangan Nirmala mencoba darah yang turun perlahan dilehernya. Setelah meyakin bahwa darah itu nyata. "Pria ini benar-benar mengerikan. Tidakkah melihat wajah cantik ini ingin melindunginya di rumah kaca tapi melukai dan mengancamnya. Ckckck."

Gajah Mada menatap muram pada darah yang mengalir perlahan di leher gadis itu. "Sudah tertangkap basah tapi masih tidak mau mengatakan kebenarannya." Haruskah dia menggertaknya dengan lebih kejam baru Nirmala akan mengatakan yang sebenarnya?

"Biar aku lihat," ujarnya dengan ujung pisau yang bergerak perlahan di leher Nirmala. "Di mana lagi kamu menginginkan lukanya, hmm?" Tanyanya dengan suara dalam dan pelan yang membuat orang akan dengan mudah terpesona. Nirmala bahkan ingin bersumpah dengan lantang, jika ini suara paling mempesona yang pernah didengarnya jika saja keadaaannya tidak seperti ini. Dalam keadaaanya sekarang suara Gajah Mada tidak seperti angin kematian yang membuat kulit kepala kesemutan dan membuatnya ingin lari. Namun layaknya Siren yang mencengkram mangsa melalui nyanyiannya, Gajah Mada pun tidak akan melepaskannya.

Ekspresi kesal terlihat di wajah Nirmala yang pucat pasi. "Setidaknya biarkan pisau itu pergi dan aku mengatakannya. Siapa yang tidak akan mengatakannya, hah?" Baru kali ini Nirmala merasa frustasi karena pria tampan, namun tak bisa mengatakan kekesalannya. Bukan karena ia tak mau, namun suaranya bersembunyi jauh, tak mau keluar dari pita suaranya.

Gajah Mada dengan enggan menarik pisaunya kembali, tahu bahwa gertakannya hanya akan membuat gadis itu takut tanpa mengucapkan sepatah katapun, yang sangat menjengkelkan bagi. "Satu menit, katakana semuanya dalam satu menit. Atau aku akan segera memotong jarimu satu persatu."

"Tunggu dulu," Nirmala beringsut sedikit menjauh. Mencoba menarik jarak sejauh mungkin dari pria itu, namun pada kenyataannya dia msih duduk di tempatnya sedikitpun. "Biarkan aku menenangkan diri dulu." Dia menggangkat kedua tanggannya, membiarkannya melihat bagaimana gemetarnya dia sekarang.

Setelah merasa sedikit tenang dan kewarasaannya kembali, Nirmala mulai mengatakan semuanya. "Ini bukanlah hal yang luar biasa. Kamu tahu sendiri bahwa dalam perang kali ini, tentara Majapahit kembali kala ..." Nirmala menelan kembali sisa kalimatnya saat pria itu memotong perkataannya dengan tajam. "Kami akan berhasil merebut Padjajaran, lihat saja."

"Ya, ya, ya, terserah saja." Gumamnya sembari melambaikan tangannnya tak peduli. "Intinya berita Mahapatih terpisah dari pasukan telah tersebar. Jadi Ketika aku melihatmu mengenakan baju zirah, aku langsung dapat menebaknya." Alasan ini baru saja dia pikirkan. Nirmala terkekeh dalam hatinya. "Hehehe seperti yang diharapkan dari Nirmala."

Sistem: ...



***
[23 Agustus 2022]

Karena telat terus up nya aku gak bakal sampai jumpa hari apa:)

Sekarang udah part 33 aja🤧 tinggalkan jejak juseyo (?)

Minggu ini aku pengumuman dosbing skripsi, doakan aku yang terbaik gaes.

Biru

Nirmala: Fall In Love SystemCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang