Setelah Gajah Mada menyelesaikan sarapannya, Nirmala mengambil tangan kanan pria itu dengan gerakan ringan, sembari mengamati dengan seksama ekspresi wajahnya. Nirmala mengangguk saat sistem memberi tahu kondisi pria itu setelah memindainya. "Kondisi kamu semakin parah." Nirmala melepaskan tangannya sembari menghela napas tertekan.
"Saya telah mendapat bahan-bahan untuk membuat penawar dewi bulan kecuali bunga seribu iblis. Namun, belum bisa menemukan tanaman lain yang sekiranya dapat sedikit mengimbangi efek bunga seribu iblis."
Gajah Mada hanya memandangnya tanpa niat untuk berbicara, dia terlalu lelah bahkan bernafaspun terasa sangat menyiksa. Matanya mengikuti gerakan Nirmala yang mengeluarkan tiga butir pil penghilang rasa sakit dan memberikannya kepadanya.
"Tuan, tidak nyaman bagimu untuk tinggal di dalam gua disaat seperti ini ..." Nirmala berhenti berbicara saat merasakan niat membunuh yang melayang kearahnya. Dia sudah menduga akan seperti ini, bagaimana pun untuk seorang yang paling di cari kerajaan Padjajaran tidak mungkin baginya untuk hidup nyaman atau bergaul dalam masyarakat yang membencinya.
Nirmala mencoba menatapnya dengan lembut. "Kamu jangan salah paham. Maksudku, aku bisa membiarkan kamu menempati ..." Nirmala batuk dengan cangung, dia belum pernah mengundang pria untuk berkunjung kerumahnya. "Maksudku kamu bisa menumpang sementara dirumahku. Saya dapat menjamin keselamatan, Tuan." Lanjutnya dengan cangung.
Mata pria itu berkilat bagai predator yang melihat mangsanya. Lapar ingin mencabik-cabiknya sampai tak berbentuk setelah membuatnya menderita. "Sangat mengejutkan bahwa nyisanak mengetahui bahwa saya adalah musuh kerajaan Padjajaran, namun masih merawat dan bahkan menawarkan tumpangan. Saya tidak tahu apakah nyisanak seorang dermawan ataukah ..."
Nirmala segera memotong suara acuh tak acuh itu. "Tuan, kamu terlalu banyak berpikir. Sebagai seorang tabib tentu sudah menjadi kewajibanku untuk menolong dan merawat orang yang terluka tidak peduli apakah itu musuh atau sekutu, selama itu manusia seorang tabib masih berkewajiban untuk menolongnya." Gadis itu bertepuk tangan dalam hatinya. "Aku benar-benar bijaksana." Pujinya dengan bangga.
[????] #menginginkan pemain baru.
***
Sistem: Mengapa ada manusia penuh omong-kosong seperti dia?
[21 September 2021]
Yeah, datang lagi tugas hahaha hiks.
Maaf ya partnya emang² pendek² karena otakku dah mumet nulis panjang ngerjain tugas, dkk.
Semoga tulisan ini sedikit menghibur, walau aku gak yakin:
Biru
KAMU SEDANG MEMBACA
Nirmala: Fall In Love System
RomancePPKM darurat yang diberlakukan dan pandemi yang tak surut ditambah tugas kampus yang menggunung membuat Nirmala ingin lari dan menciptakan dunia sendiri. Di tengah-tengah kewarasannya yang menurut Nirmala tak dapat lagi dipertahankan karena ia meras...
