Mata Nirmala mencoba menatap Gajah Mada dengan berani, walau pada akhirnya hanya mata berkaca dan memelas yang dapat pria itu lihat. "Mala, ayo katakana sesuatu. Katakan bahwa semua tdak akan berubah meski Mada mengetahui identitasmu. Katakan bahwa kamu akan selalu berada dipihaknya." Namun kemudian Nirmala ingin memukul kepala sendiri. Bagaimana dia bisa meyakinkan Mada jika dia sendiri adalah putri dari musuhnya? Bukankah akan terlalu murahan jika dia menggorbankan kerajaannya? Terlalu picik.
"Mada ..." Nirmala berhasil memanggil nama pria itu dengan peran supaya dayang-dayang dan pengawalnya tidak ada yang mendengar apa yang dia katakan. "Hmm." Pria itu hanya membalas dengan dehaman dan melangkah, menghapus jarak terakhir di antara mereka. Nirmala mengangkat tangannya, memberi tahu pengawalnya untuk tidak mendekat.
"Jadi, ini benar-benar Putri Dyah Pitaloka?" Bisiknya tepat di telinga Nirmala yang kini matanya sedikit terkulai sedih karena nada meremehkan yang pria itu lontarkan. "Hamba merasa sangat terhormat, Putri bahkan rela untuk merawat Mahapatih Majapahit." Nirmala tak tahu apa yang merasukinya, tapi dia tak menyukai nada meremehkan yang Gajah Mada gunakan untuk mengakiminya. Jadi dia sedikit mundur dan menutup mulut pria itu.
"Jangan seperti ini. Sangat menyakitkan untuk mendengarmu berbicara seperti itu. Mari bicarakan baik-baik, okey?" Nirmala mencoba membujuknya dengan keterampilan yang sangat mengerikan. Dia tidak pernah merayu seorang pria. Setelah kembali ke dunia nyata, Nirmala pasti akan mencari tutorial untuk merayu dan menaklukan pria.
Nirmala meraih tangan pria itu saat Gajah Mada hanya bergeming. "Mada, mari kita bicarakan ini dengan pelan-pelan dan tenang, okey? Jangan marah. Kamu tahu, aku tak pernah jahat padamu, 'kan? Aku berjanji akan menjawab semua pertanyaanmu, jadi jangan marah," ujarnya dengan suara pelan penuh bujukan.
"Kita bisa kembali dulu dan membicarakannya pelan-pelan, 'kan? Aku berjanji tidak akan berbohong."
Nirmala menatap keluar gerbong kereta dengan mata sedih. Dia merasa tidak dapat menggunakan wajah cantik Pitaloka dengan benar. Untuk membuat kesepakatan dengan Gajah Mada saja agar mau membicarakan semuanya baik-baik membutuhkan waktu lama. Sungguh pria yang sangat sulit. "Lihat, pria itu bahkan bisa berkuda dengan tenang." Nirmala menghela napas berat. Bagaimana nanti dia harus meyakinkan Gajah Mada?
***
[21 September 2023]
Pertama, maaf baru up karena skripsi benar-benar menyita waktu dan otakku. Aku udah lulus pada 31 Juli kemarin dan itupun benar-benar memaksakan diri karena kompre lima hari kemudian sidang akhir sampai dobingku aja kaget padahal doi yang nyuruh hehe. Karena terlalu diporsir setelah yudisium sampai seminggu berasa mimpi. Setelah lulus ternyata aku juga masih harus belajar biar bisa ikut sertifikasi TT
Kedua, terima kasih sudah membaca cerita ini. Aku kaget banget dapat banyak notif TT
Selamat membaca😊
Sampai jumpa besok👋👋
Biru
KAMU SEDANG MEMBACA
Nirmala: Fall In Love System
RomansaPPKM darurat yang diberlakukan dan pandemi yang tak surut ditambah tugas kampus yang menggunung membuat Nirmala ingin lari dan menciptakan dunia sendiri. Di tengah-tengah kewarasannya yang menurut Nirmala tak dapat lagi dipertahankan karena ia meras...
