Nirmala menghipnotis dirinya sendiri untuk memikir masalah sistem yang menurutnya tidak terlalu penting untuk ia pikirkan sekarang. Tangannya dengan segera mengambil buntelan kain dan beberapa obat yang sebelumnya telah sistem siapkan secara khusus.
Nirmala menghela napas pelan dengan gugup. “Ayo Nirmala, ini Gajah Mada bukan dosen.” Gadis itu berjalan mudar-mandir dengan gusar. “Tapi seengaknya jika dosen kalau tidak senang paling Cuma dapat nilai pas-pasan atau paling parah ngulang matkul. Tapi ini Gajah Mada, salah sedikit nyawa langsung melayang.”
Sebelum Nirmala dapat menenangkan diri, pintu didepannya telah lebih dulu terbuka. Nirmala dapat merasakan udara yang sedikit lebih dingin menerpa, membuatnya merinding tanpa sadar. Dengan wajah kaku, dia dapat melihat pria itu tengah duduk di atas ranjang dengan mata terpejam, melakukan meditasi mungkin, pikirnya.
Setelah mengumpulkan kepercayaan dirinya, Nirmala berjalan menghampiri Gajah Mada dan duduk di pinggir ranjang. Membuka kotak obat yang dibawanya, sebelum mengintruksikan tentang penggunaanya. “Mada, aku akan keluar selama dua har …” sebelum Nirmala bisa menyelesaikan kalimatnya, rasa dingin dari pisau lebih dulu menyentuh lehernya membuat mata Nirmala berkaca. “Aku salah apalagi?”
“Mada …” suaranya yang penuh keluhan terdengar sangat lembut saat mengangkat pandangnya, bertatapan dengan Gajah Mada yang telah menatapnya dengan ganas dan udara membunuh yang kental seolah siap mencabiknya saat itu juga.
[Bodoh]
Nirmala mengabaikan sistem yang mengatainya. Tanganya berkeringat dingin dan tubuhnya kaku. Selama hidupnya, dia belum pernah berada dalam situasi ini. Nirmala menahan napas saat berpikir apa yang salah, namun dia tak menemukannya.
“Mada, ak… mengapa seperti ini? Aku salah apa?” tanya Nirmala dengan suara seperti tikus yang mencoba mempertahankan titik kehidupan terakhirnya.
“Kamu mengetahui identitasku.” Gajah Mada berkata dengan nada penegasan, membuat Nirmala ingin membenturkan kepalanya. “Nirmala bego!” Nirmala mencoba menjelaskan dengan air mata yang sudah mengalir deras, ia merasa setiap kata yang dikeluarkannya akan membuatnya mati.
“Ak …u me.. menge..tahu…inya sec…ara t..idak se..ng..aja.” Nirmala menangis semakin keras saat mendengar jawabannya yang terbata dan pastinya tidak dapat dimengerti.
Gajah Mada menatap gadis itu dengan mengernyit. “Bicaralah dengan benar atau aku akan memotong lehermu.” Namun Nirmala tidak mendengarkannya. Dengan pisau yang masih ditodongkan dilehernya dan udara membunuh semain kental, membuatnya hanya ingin menangis dengan sedih.
“Tidak bisakah kamu berpura-pura tidak mendengarnya? Atau bisakah kita membicarakannya dengan damai. Jangan hanya menggertak gadis lemah ini.”
[Sistem memiliki obat penenang. Apakah anda ingin membelinya?]
***
[9 Agustus 2022]
Sampai jumpa hari minggu
Ini chap gak ada yang bener dikit, pada gak penting asli tapi dunia satu aja tamatnya di chap 50-an kayanya😭😭 bayangin oy aku bisa nulis cerita ini dengan berbagai kisah klise, bisa pas aku tua tamatnya😭😂
Biru
KAMU SEDANG MEMBACA
Nirmala: Fall In Love System
RomantikPPKM darurat yang diberlakukan dan pandemi yang tak surut ditambah tugas kampus yang menggunung membuat Nirmala ingin lari dan menciptakan dunia sendiri. Di tengah-tengah kewarasannya yang menurut Nirmala tak dapat lagi dipertahankan karena ia meras...
