23| Tuan Seperti Ini ...

649 117 2
                                        

Malam itu setelah kembali kekediamannya, Nirmala memanggil kedua pelayan yang diperintahkan untuk membeli sebuah rumah. "Bagaimana?" Nirmala bertanya dengan pelan sembari meletakan cangkir tehnya ke atas meja.

Laksita yang tengah mengisi cangkir kosong dengan teh segera berhenti dan menjawab dengan hormat. "Sesuai dengan perintah Dyah Ayu, rumah tersebut telah dibeli, hanya membutuhkan perabotan lain sebelum siap untuk ditempati."

Nirmala mengangguk puas. "Bagus, malam ini kalian isi rumah tersebut dengan barang-barang yang berguna. Buat seolah itu adalah rumah seorang tabib rendah hati, namun jangan biarkan orang lain mengetahui dan mencurigainya."

Pelayan itu menatap tuannya dengan bingung. Namun segera mengangguk dan berlalu. "Betapa senangnya hidup menjadi tuan putri. Sistem kamu harus tahu, aku sangat menyukai kehidupan seperti ini, bagaimana jika kita tidak kembali dan hidup di sini selamanya?"

Sistem yang terkejut hanya bisa menggigil dengan ngeri. Suara tuannya terdengar seperti psikopat sekarang. [Kita harus menyelesaikannya agar game bisa berkembang. Percayalah ada lebih banyak game yang lebih membahagiakan daripada ini. Anda harus bekerja keras, jangan terlena.] Sistem nyaris meneteskan air matanya—jika ia punya—saat mengatakan kalimat terakhirnya.

"Ya bekerja keras." Nirmala membuka buku pedoman mengenai alkimia. Baiklah, menjadi tabib mendahului anak kedokteran tidak akan menjadi begitu buruk, mungkin.

Tak berapa lama, Nirmala kembali mengangkat kepala. "Kapan aku bisa menyampaikan keluhan kepada pengembang?"

[Setelah Gajah Mada jatuh cinta.]

"Bagus. Dia akan menjadi bajingan sampai akhir." Nirmala mengatakannya dengan penuh kebencian. Lihat saja dia pasti akan menulis keluhan yang lebih tebal daripada skripsi. Lihat saja. "Ayo perlihatkan Gajah Mada, aku ingin melihat apa yang tengah dilakukannya sekarang."

Layar segera berkedip pelan sebelum menampilkan pria yang tengah bermeditasi. "Sangat membosankan," ujarnya tanpa sadar. "Mengapa dia tidak melakukan sesuatu yang lebih menarik sebagai manusia?"

[...]

Pria itu membuka mata membuat Nirmala tersentak, terutama saat tatapan mereka bertemu, dia merasa telah ditemukan. "Dia pria yang mengerikan, aku ingin ganti target."

Gajah Mada masih menatap tajam ke depan, menjentikan jari tangan kanannya sebelum sebuah cahaya kecil muncul yang kemudian berubah menjadi kupu-kupu berwana keemasan. "Sampaikan pada Yang Mulia Hayam Wuruk, bahwa Mahapatih Gajah Mada tidak akan bisa kembali untuk sementara waktu." Kupu-kupu itu mengepakan sayapnya dua kali dengan lembut seolah tanda bahwa ia mengerti.

Pria itu menatap kupu-kupu yang perlahan terbang keluar gua dengan sedikit tak berdaya. Pada akhirnya dia tak akan bisa kembali sebelum racunnya diobati, karena kehadirannya tidak akan lagi memiliki arti. Kalah untuk yang kesekian kalinya dari Padjajaran bukanlah hal yang membanggakan.

Nirmala menyangga kepalanya di atas meja. "Ah dia sangat tampan, andai dia manusia aku pasti sudah jatuh cinta hehhehehheh."

Sistem tiba-tiba merasa bahwa tuan rumahnya sangat tidak masuk akal dan buta akan segalanya jika sudah melihat pria tampan. Pemain seperti ini tidak bisa diandalkan. [Tuan, mengapa anda memilih manusia seperti ini?]

Nirmala melihat layar berkedip dua kali dengan cahaya lemah membuatnya menyeringai. "Berani mengeluh heh?" Gadis itu terkekeh dengan kejam saat sistem bergerak dengan cemas. "Buatkan penawar untuk racun dewi bulan."

"Aku tidak peduli omong-kosong yang akan yang kamu katakan. Itu peringatan karena berani mengeluhkan kegemaran Dyah Ayu."

[@@####**@@] Sistem mengalami kerusakan internal secara mendadak.


***
[27 September 2021]

Tinggalkan jejak guys, btw ini part terpanjang, 500 word masa🤧

Biru

Nirmala: Fall In Love SystemCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang