4. living together?

139 144 17
                                    

ignore time stamp and typo.
happy reading.



mereka berjalan menyusuri gelapnya malam dengan angin yang begitu kencang menerpa mereka ber dua.

" kita bener mau kesana?" Tanya Clarissa di sela perjalanan mereka.

" kita mau kemana lagi?"

Arsen terkejut karena Clarissa menarik lengan dirinya " lewat sini sen"

" Oh iya lebih deket ya"

Clarissa hanya mengangguk "Jadi inget kita kalo pulang sekolah habis kerkom lewat sini, sama Deon"

" iya, habis itu Deon kita tinggal gara gara ada anjing, lagian lama sih"

" terus Deon marah sama kita"

sehabis mereka berbicara seperti itu, terdengar anjing bernyanyi seperti kata mereka dan kini hewan itu mendekat ke arah mereka, mau tak mau kini mereka berlari menghindari hewan buas itu.

suasana yang mereka alami saat ini seperti dejavu bagi mereka, tawa, suasana dan hewan buas yang sama, hanya umur mereka yang berbeda.

moment tetaplah momen maupun mereka bertambah tua ataupun berada didunia lain sekali pun, moment mereka tetaplah terukir dimana pun mereka berada.

hingga tak terasa mereka sudah sampai di pekarangan rumah Aileen, dengan Aileen yang menunggu mereka lewat jendela atas.

Arsen tertegun melihat Aileen, seperti melihat Clarissa lebih muda, dengan rambut yang selalu di gerai, dahulu Clarissa memang gemar sekali dengan rambut tanpa ikat rambut yang menempel disana, kini ikut ramput itu tak mau lepas dari surai hitam miliknya.

" cantik" batin Arsen, ia tetap sadar bahwa perempuan bersurai hitam dihadapannya ialah Clarissa Aileen yang kini tidak berubah bagi dirinya.

" itu gue dulu" ujar Clarissa memperingati Arsen dengan berbisik.

" masuk aja kak, tapi pelan pelan" tawar Aileen.

mereka mengikuti Aileen dari belakang, tetapi tuhan sedang tidak berada dalam pihak Arsen saat ini. ayah Aileen turun dari tangga dan mendapati mereka berdua, dengan sigap Arsen menarik Clarissa ke ruangan seperti gudang.

saat bersembunyi, Clarissa tak sengaja menyentuh bagian sisi kiri rak buku yang ada disana, dan sebuah buku pun terjatuh lalu mengeluarkan isinya.

isinya ialah sebuah kertas bertanda tangan, sepertinya itu dokumen penting yang tak seharusnya Clarissa lihat, tetapi Clarissa tak sengaja melihat isi dari dokumen itu, yang mana isi dari dokumen itu ialah nama lengkap Clarissa.

Clarissa menaruh kembali dokumen itu, sedangkan Arsen terlihat menggelar sesuatu di pojok sana, Arsen sudah mengira bahwa dirinya dan Clarissa akan menginap dalam gudang ini, melihat semua lampu di depan yang sudah padam.

" liat apa?" tanya Arsen menghampiri Clarissa yang sedang berjongkok.

Arsen membantu Clarissa berdiri " Ga ada"

kini mereka berdua berada dalam gudang dan bersiap untuk tidur, mungkin. karena jam sudah menunjukkan pukul 3 dini hari, mereka harus memilih untuk tidur atau menunggu hingga matahari memunculkan dirinya.

akhirnya mereka memutuskan untuk beristirahat walaupun hanya tersisa 4 jam dari sekarang, yang penting mereka mendapatkan waktu istirahat.

tantang dokumen yang berisi biodata Clarissa, ia simpan dahulu pada tampat semula, ketika esok hari dan memiliki banyak cahaya maka mereka akan melihat isi dari dokumen itu, mereka memang memiliki handphone dan di dalamnya pasti memilik senter, tetapi mereka tidak mau menggunakan itu, mereka harus menghemat baterai.

posisi awal mereka sama sama bersandar kepada dinding rumah, lama kelamaan posisi Clarissa sudah tidak bersandar kepada dinding rumah melainkan menempatkan kepalanya di atas pangkuan Arsen dengan Arsen yang tak sengaja membelai surai hitam milik Clarissa.

selamat beristirahat untuk kalian berdua, hari esok kalian akan sibuk dengan urusan di dunia ini.




oneirataxia endTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang