7. meet someone?

109 116 10
                                    

Ignore stamp and typo
happy reading.



Clarissa menuruni taxi yang ia ya ini tadi, membayar ongkos lalu pergi, tetapi saat ia ingin menyeberang ada sebuah mobil yang tak sengaja menabrak dirinya.
lalu pandangan Clarissa mulai mengabur dan tak sadarkan diri.

Clarissa sudah sadar akan pingsannya yang ia lewati tadi, betapa terkejutnya diri saat sudah berada dalam rumah seseorang.

Clarissa segera bangkit dari tidurnya, mencari sesuatu dalam saku jaket milik dirinya, saat ingin mencari barang itu, pemilik rumah muncul, dengan nampan yang berisi handung hangat, dan air hangat.

" eh! kamu ga kenapa napa kan?!" tanyanya khawatir segera menaruh nampan itu dan berfokus kepada Clarissa.

" kamu siapa?" Tanya Clarissa, sembari bertanya, Clarissa gagal fokus dengan jas milik dirinya, dengan logo universitas terkenal, sepertinya.

" saya Clovis ga sengaja nabrak kamu tadi, alhasil kamu saya bawa ke tempat aman deh" ujarnya menjelaskan kronologi tadi.

dering telpon milik Clovis berbunyi, yang artinya ia harus mengangkat panggilan telpon itu, penting katanya.

saat menunggu Clovis berbicara dengan seseorang, Clarissa melihat lihat ruangan sekeliling Clovis, sebelumnya Clarissa sudah mendapatkan izin dari Clovis untuk melihat lihat jika bosan menunggu dirinya.

saat melihat meja belajar milik Clovis, ternyata handphone milik Clarissa sedang di isi daya, disana.
ada yang janggal dari meja tersebut, lantaran ada secercah cahaya seperti bola yang Clarissa miliki. Clarissa melihat Clovis yang sedang asyik dengan telponnya itu, segera ia menarik laci yang berisikan bola yang bercahaya itu.

betapa terkejutnya dirinya saat bola milik Clovis dan bola milik Clarissa sama persis tidak ada yang berbeda, mungkin karena bola milik Clarissa tidak bercahaya.

Clarissa tidak mau ambil pusing dengan itu, mungkin saja bola itu ia beli di supermarket terdekat atau di toko? ia tidak mau berburuk sangka dengan seseorang dalam dunia lain ini.


" sudah selesai?" Tanya Clarissa melihat Clovis kembali dari luar.

" sudah, ini minumnya" tawar Clovis membawa minuman lengkap dengan hidangan seperti camilan itu.

" maaf jadi ngerepotin nih" pungkas Clarissa merasa tidak enak.

" Ga masalah itu, omong omong nama kamu siapa?" Tanya Clovis menaruh itu semua.

" ah nama saya Clarissa, kalo kepanjangan panggil aja Rissa"

" kalo sayang ga boleh ya?" ledek Clovis dengan nada bercanda.

" itu juga boleh hahaha" balas Clarissa dengan tawanya.

" Oh ya, makasih ya udah di isiin" ujar Clarissa memperlihatkan handphone miliknya.

" ah, itu, tadi saya ga sengaja liat seseorang nelpon kamu, udah beberapa kali dia nelpon kamu, pas saya mau angkat ternyata handphone kamu mati daya"

benar, setelah Clovis berbicara seperti itu, seorang yang diketahui bernama Arsen itu menelpon Clarissa " angkat dulu" ujar Clovis.

" sudah?" Tanya Clovis kepada Clarissa.

" sudah, alamat ini namanya apa?"

" jalan ××××××"

Clarissa terlihat mengetikkan sesuatu dalam hanphonenya, sepertinya Arsen menanyakan keberadaan dirinya.

selang waktu 10 menit Clarissa mengirimkan itu, sudah ada bunyi bel yang berbunyi tak beraturan, dan ada bunyi ketukan pintu juga yang tak sabar untuk di buka kan.

Clovis segera berlari mendengar seseorang yang tak sabar itu, ternyata seorang itu ialah Arsen.

" Clarissa!' panggil Arsen menghampiri Clarissa.

" ada yang luka ga?" Tanya Arsen mengecek Clarissa.

" Ga ada" jawabnya.

" Jadi ini temen kamu?" Tanya Clovis setelah menutup pintu.

" Arsen, itu Clovis. Clovis itu Arsen" ujar Clarissa dan mereka berdua berjabat tangan layaknya seorang pejabat.

selesai dengan acara perkenalan mereka, mereka segera menyelesaikan sesuatu yang sempat tertunda tadi

oneirataxia endTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang