ignore time stamp and typo.
happy readingJam menunjukkan pukul 3 dini hari sampai saat ini belum ada tanda tanda dari Clovis yang siuman, mereka tidak akan memberitahu hal ini kepada Aileen, agar Aileen tidak khawatir dengan Clovis, cukup mereka saja yang tahu tentang kejadian malam tadi.
Clarissa dan Arsen, sedikit terlelap dibagian kiri ranjang tempat Clovis berbaring, dengan Clarissa yang tak sadar sudah menjatuhkan kepalanya kepada bahu milik Arsen, begitu juga Arsen.
'Krek'
"Eh clovis" ucap Rissa yang tiba tiba bangun saat mendengar sesuatu.
Arsen juga terbangun dari duduknya melihat jam yang melingkar di lengan kiringa "Kenapa gak bangunin kita aja sih!"
"Ga tega bangunin kalian soalnya tidurnya lucu hihihi" ledek Clovis, ia memang cukup jahil kalau sudah melihat Arsen dan Clarissa sepeti itu.
" gabakal di sebar juga riss" lanjut Clovis dengan senyum jahilnya.
"Clovis lo tidur lagi deh mending" Ucap Rissa l memberi air mineral kepada Clovis.
'Drrrt'
'Drrtt
Handphone Clarissa bergetar dan menampilkan nama seseorang, salah yang lebih tepatnya orang yang akhir akhir ini menganggu dengan menelponnya kini menelpon lagi, entah ingin membicarakan apa kepada Clarissa."Hai gimana dengan clovis baik baik saja kan?sepertinya ia baik baik saja kalau di lihat dari sini" ucapnya dengan tawa diakhir pembicaraannya.
setelah menyadari itu, ia melihat jendela kamar yang tidak tertutup dengan benar, sepertinya orang itu melihat dari sisi jendela, dan melihatnya dari gedung sebrang menggunakan teropong.
"Ga usah di tutup tirai nya, tetap kelihatan ko kalian ngapain" jawabnya mengada ngada.
" lo siap--" panggilan terputus secara tiba tiba.
"Siapa Riss?" Tanya Clovis, sekarang suasana kembali seperti semula.
"Riss" panggil Arsen, tetapi tidak di hiraukan oleh Clarissa, ia malah sibuk mengecek sesuatu, apakah kamar ini disadap atau ada seseorang yang sengaja menaruh kamera tersembunyi disini.
"Clarissa lo kenapa?" Tanya Arsen yang menghampiri Clarissa.
"Ga kenapa napa" jawab Clarissa, mengaruk bagian kepala yang tak terasa gatal.
"Serius?" Tanya Arsen.
"Iya, orang iseng paling" ucap Rissa berbohong, sengaja agar menepis pikiran buruk Arsen dan clovis kala itu.
'Drrtt'
'Drrtt'
Sekarang handphone Clovis yang bergetar di atas nakas.Clovis mengangkat telpon itu, tetapi ia tidak berbicara membiarkan seorang yang menelponnya terlebih dahulu berbicara.
"Kita kehilangan jejak vis!"
"Gimana bisa?"
"Cari sampai ketemu!" tegas Clovis.
"Siapa vis?" Tanya Rissa.
"Orang suruhan, nanti kalau sudah ketemu di kabarin lagi katanya" balas Clovis
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
..
Kira kira yang nelfon rissa ya.
niel?
Rio?
Pak agam?
Cullen?
Apa jangan jangan Deon.
Komen ya

KAMU SEDANG MEMBACA
oneirataxia end
FantasySaat dunia lain bisa menyeberang ke dunia lainnya dan memicu masalah terbesar bagi semuanya. 1 masalah muncul dan masalah lainnya muncul. Hal itu pula yang terjadi pada Clarissa dan Deon. Niat hati membantu menemukan siapa dalang dari pembunuh oran...